Robert Kiyosaki Tiba-Tiba Klaim Bitcoin Lebih Baik daripada Emas, Ada Apa?

Sedang Trending 20 jam yang lalu

– Penulis ternama kitab Rich Dad Poor Dad berjulukan Robert Kiyosaki kembali mengangkat narasi pro-Bitcoin, nan kali ini membandingkan Bitcoin (BTC) dengan emas sebagai aset lindung nilai. Dalam unggahan terbarunya di media sosial X, Kiyosaki menyebut Bitcoin sebagai pilihan nan lebih unggul jika dia kudu memilih satu aset, terutama lantaran kreasi pasokannya nan terbatas.

Kiyosaki menyatakan diversifikasi tetap penting, di mana dia menyebut bahwa emas, Bitcoin dan perak sebagai kombinasi nan tepat untuk menyebar resiko. Namun, ketika diminta memilih, dia mengaku bakal menjatuhkan pilihan pada Bitcoin.

Alasannya, emas menurutnya ‘tak terbatas secara teori’, lantaran pasokannya dapat bertambah seiring kenaikan nilai nan mendorong aktivitas penambangan. Sementara itu Bitcoin punya pemisah akhir di angka suplai 21 juta koin, nan tidak dapat diubah tanpa konsensus jaringan.

“Saat nilai emas naik, semakin banyak penambang bakal menggali lebih banyak emas, nan berpotensi meningkatkan pasokan di pasar,” ungkap Kiyosaki.

Bitcoin, sebaliknya, dirancang agar pasokannya berakhir bertambah setelah mencapai 21 juta. Dengan suplai beredar saat ini berada di kisaran 19,88 juta BTC, Bitcoin disebut tinggal kurang dari 2 juta koin lagi menuju pemisah maksimalnya.

“Kelangkaan nan ‘diprogram’ ini adalah strategi brilian nan bisa mendorong nilai Bitcoin dalam jangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga: Investor Ritel Cari Tanda Bottom Kripto, Santiment Ingatkan Sinyal Bisa Menyesatkan

Ia juga menuliskan bahwa dirinya berterima kasih telah membeli Bitcoin sejak awal, seraya menambahkan bahwa dia tetap aktif menambang emas dan mengebor minyak.

Namun, komentar terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan soal konsistensi Kiyosaki. Dalam beberapa bulan terakhir, dia sempat menuai kritik lantaran pernyataannya dinilai berubah-ubah mengenai aktivitas membeli dan menjual Bitcoin.

Di sejumlah unggahan sebelumnya, dia menyatakan terus membeli Bitcoin apalagi ketika harganya menguat. Tetapi pada kesempatan lain, dia menyatakan berakhir membeli Bitcoin di nilai US$ 6.000, level nan terakhir kali terlihat pada periode pasca-crash Covid-19 beberapa tahun lalu.

Kontradiksi makin menonjol ketika Kiyosaki pernah mengatakan tidak bakal menjual Bitcoin meskipun pasar ambruk dan bakal terus membeli. Namun tidak lama setelah itu, dia justru mengungkap telah menjual simpanan Bitcoin nan dibeli di kisaran US$ 6.000, dengan nilai total sekitar US$ 2,25 juta, untuk dialihkan ke investasi bisnis, termasuk dua klinik bedah dan upaya billboard, guna meningkatkan arus kas.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian