– Penurunan nan kerap menghantui pasar mata duit mata uang digital kian membangkitkan narasi nan bersuara negatif. Banyak dari kalangan penanammodal dan trader nan beramai-ramai menjadikan momen ini sebagai pencarian bottom.
Tak hanya penanammodal besar, para pelaku penanammodal ritel menguliti pasar mata uang digital untuk mencari petunjuk apakah penurunan sudah mencapai dasar. Menurut platform kajian sentimen ialah Santiment, pola ini lazim menjelang titik balik, ialah trader mini mencoba ‘membaca’ kapan orang lain menyerah, lampau masuk ketika tekanan jual dianggap mereda.

Santiment menautkan perilaku itu dengan meroketnya penggunaan istilah kapitulasi di media sosial, kata nan dipakai untuk menggambarkan momen ketika penanammodal mulai menjual lantaran takut pasar tidak bakal pulih.
Dalam laporan terbarunya, Santiment menilai ironi klasiknya begini, ketika semua orang menunggu kapitulasi sebagai lampu hijau, bisa jadi kapitulasi justru sudah terjadi saat mereka menanti sinyal nan lebih jelas.
Kenaikan minat publik juga terlihat dari info Google Trends, nan menunjukkan pencarian ‘crypto capitulation’ melonjak dari skor 11 menjadi 58 pada rentang pekan nan berhujung 1 Februari hingga 9 Februari. Namun, kehati-hatian tetap mendominasi lantaran sejarah menunjukkan pasar sering memberikan lebih dari satu ‘momen menyerah’ sebelum betul-betul pulih.
Baca Juga: Apakah MicroStrategy Bakal Bangkrut Bersamaan dengan Ambruknya Bitcoin?
Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan bahwa kapitulasi tidak selalu identik dengan cycle bottom. Analis pasar Caleb Franzen menyebut bear market biasanya memunculkan beberapa peristiwa kapitulasi.
Senada dengan perihal tersebut, analis Ted menilai dump terbaru memang terlihat seperti kapitulasi, tetapi ‘bukan sekedar siklus’. Sementara CryptoGoos juga meragukan bahwa Bitcoin sudah mengalami kapitulasi nan betul-betul ‘final’.
Peringatan ini muncul saat Bitcoin sempat tergelincir hingga US$ 60.000 pada Kamis, level nan terakhir terlihat sejak Oktober 2024, di tengah tren turun nan belum sepenuhnya mereda. Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin tercatat melemah sekitar 24,27 persen dan diperdagangkan di kisaran US$ 68.970.
Sentimen pun ikut tertekan, dengan Crypto Fear & Greed Index turun lebih dalam ke area “Extreme Fear” dengan skor 7, mencerminkan kewaspadaan ekstrem di kalangan pelaku pasar.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·