– Jumlah Bitcoin (BTC) nan tersimpan di bursa mata uang digital sekarang telah mengalami penurunan drastis, dengan hanya menyisakan 7,53 persen dari total pasokan nan ada. Ini adalah level terendah sejak 20 Februari 2018, berasas info dari firma analitik mata uang digital berjulukan Santiment.
Melalui platform X, Santiment menuturkan bahwasanya penurunan ini menunjukkan satu perihal penting, ialah banyak penanammodal memilih untuk menyimpan Bitcoin mereka dalam jangka panjang, daripada memperdagangkannya dalam waktu dekat.
Umumnya, Bitcoin nan ditarik dari bursa bakal disimpan di cold wallet, tempat penyimpanan nan dinilai lebih kondusif dan jarang digunakan untuk transaksi harian. Artinya, mereka nan memindahkan koin ke dompet ini kemungkinan besar tidak beriktikad menjual dalam waktu dekat.
Lebih sedikit Bitcoin di bursa, artinya tekanan jual jangka pendek juga ikut berkurang. Ini bisa membikin nilai Bitcoin lebih stabil lantaran jumlah koin nan tersedia untuk dijual di pasar menjadi lebih sedikit.
Baca Juga: Whale Disinyalir Short Saat Bitcoin di Ambang US$ 88.000
Selain itu, tren ini juga menandakan mengenai meningkatnya minat penanammodal institusional. Banyak dari mereka sekarang menggunakan jasa penyimpanan unik alias sistem penyimpanan pribadi nan lebih aman. Ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai diperlakukan bukan lagi sebagai aset spekulatif, tapi sebagai penyimpan nilai jangka panjang, seperti emas digital.
Secara historis, ketika pasokan Bitcoin di bursa menurun, nilai condong menguat. Karena itulah, banyak nan memandang ini sebagai sinyal positif bagi masa depan pasar.
Singkatnya, penurunan drastis ini mencerminkan dua hal, ialah kepercayaan jangka panjang dari penanammodal dan semakin matangnya langkah pasar memperlakukan Bitcoin.
Di samping itu juga ada info dari Glassnode, nan menunjukkan bahwa saldo Bitcoin di bursa telah turun menjadi 2.716 juga BTC, nan merupakan 13,7 persen dari total pasokan nan beredar. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari penanammodal institusional dan mengambil produk seperti ETF Bitcoin Spot. Selain itu, perusahaan publik juga meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka, nan berkontribusi pada penurunan saldo di bursa.
Sementara itu pada Kamis (27/3/2025), BTC berada di nomor US$ 87.311. Angka ini mewakili penurunan sebesar 0,3 persen dalam jangka waktu 24 jam.
💸 Bitcoin's ratio of supply on exchanges has officially dropped to as low as 7.53%, the lowest since February 20, 2018. The 7-year milestone reflects a continued trend of investors of crypto's top asset feeling comfortable 'hodling' for the long-term, regardless of short-term… pic.twitter.com/m7d6Yon5HR
— Santiment (@santimentfeed) March 26, 2025Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
Muhammad Syofri
Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.