Bitcoin Tahan Tekanan Geopolitik, Narasi Safe Haven Muncul Lagi

Sedang Trending 15 jam yang lalu

– Pasar finansial dunia saat ini berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun di tengah kondisi tersebut, pasar mata uang digital justru menunjukkan ketahanan nan cukup kuat.

Laporan terbaru dari perusahaan trading mata uang digital Asia, ialah QCP Capital mengungkap bahwa likuiditas di pasar mata uang digital justru meningkat, apalagi ketika aset tradisional seperti saham dan emas mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan dari QCP Market Colour, aset mata uang digital seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tetap mencatatkan keahlian positif dalam timeframe harian maupun mingguan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 73.500, sementara Ethereum berad di kisaran US$ 2.250.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan arah (decoupling) antara mata uang digital dengan aset tradisional, nan justru melemah akibat volatilitas nilai minyak dan ketidakpastian geopolitik.

Menariknya, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Pada awal bentrok Rusia-Ukraina tahun 2022, Bitcoin juga sempat bergerak naik dari sekitar US$ 35.000 ke US$ 48.000 dalam waktu singkat, sebelum akhirnya terganggu oleh krisis internal seperti runtuhnya Terra-Luna dan FTX.

Kali ini, para analis menilai kondisi pasar mata uang digital sudah lebih matang, sehingga potensi gangguan sistemik lebih mini dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Bitmine Borong Ribuan Ethereum Meski Tahu Sahamnya Merugi, Apa Pertimbangannya?

Likuiditas Stablecoin dan Institusi Meningkat

Di tengah ketidakpastian global, banyak pengguna mulai beranjak ke aset mata uang digital untuk mendapatkan likuiditas lintas negara nan lebih fleksibel. Hal ini tercermin dari meningkatnya suplai USD Coin (USDC) nan sekarang mencapai US$ 81,1 miliar, level tertinggi sepanjang sejarah.

Peningkatan suplai stablecoin umumnya menjadi sinyal bahwa likuiditas baru sedang masuk ke pasar kripto. Selain itu, arus biaya institusional juga terus menguat. Produk ETF Bitcoin spot tercatat mengalami lima hari berturut-turut arus masuk biaya (inflows).

Bahkan, produk milik BlackRock mencatat tiga minggu berturut-turut inflow dengan total mencapai US$ 1,75 miliar.

Di sisi lain, perusahaan treasury Bitcoin seperti milik Michael Saylor juga terus menambah kepemilikan BTC mereka, tanpa terpengaruh kondisi pasar jangka pendek.

Level Kunci Bitcoin

Meski menunjukkan kekuatan, Bitcoin tetap menghadapi teknikal di sekitar level US$ 74.500.

Di area tersebut terdapat cluster likuidasi posisi short nan cukup besar, nan bisa memicu pergerakan nilai signifikan jika tersentuh.

Dengan perjanjian opsi nan mendekati jatuh tempo di akhir bulan, pasar sekarang menunggu apakah Bitcoin bakal melanjutkan reli alias justru koreksi jangka pendek.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian