Apa yang Terjadi di Pasar Kripto Saat Donald Trump Lemparkan Ancaman Deadline pada Iran?

Sedang Trending 12 jam yang lalu

– Pasar mata uang digital menguat sekitar 2,5 persen setelah Presiden Amerika Donald Trump memberikan sinyal nan saling bertentangan mengenai bentrok dengan Iran.

Di satu sisi, Trump kembali mengeluarkan ancaman keras jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz. Namun di sisi lain, dia juga menyebut bahwa negosiasi sedang berjalan dan kesempatan tercapainya kesepakatan cukup besar dalam waktu dekat.

Reaksi pasar terlihat begitu cepat. Kapitalisasi pasar mata uang digital naik sekitar US$ 70 miliar menjadi US$ 2,44 triliun, sementara Bitcoin sempat menyentuh US$ 69.500 di Coinbase.

Kenaikan ini juga memicu likuidasi besar di pasar derivatif.

Data menunjukkan sekitar US$ 255 juta posisi terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan 73 persen di antaranya berasal dari posisi short. Ini menandakan bahwa sebagian reli didorong oleh short squeeze, bukan murni akumulasi baru.

Pernyataan Donald Trump menjadi aspek utama di kembali pergerakan ini. Dalam satu pernyataan, dia menakut-nakuti tindakan militer jika Iran tidak membuka jalur perdagangan krusial tersebut. Namun dalam wawancara lain, dia justru menyebut bahwa pembicaraan sedang berjalan dan kesepakatan bisa tercapai dalam 24 jam.

Baca Juga: Michael Saylor Klaim Ancaman Bitcoin Kini Datang dari Dalam, Apa Maksudnya?

Laporan dari Axios apalagi menyebut adanya pembahasan gencatan senjata selama 45 hari, nan berpotensi mengakhiri konflik.

Kombinasi antara ancaman dan optimisme ini menciptakan ketidakpastian, namun juga membuka ruang bagi sentimen positif jangka pendek.

Di luar kripto, pasar daya tetap menjadi perhatian utama. Harga minyak mentah melonjak ke sekitar US$ 112 per barel, mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan akibat bentrok di Timur Tengah.

Kenaikan ini berpotensi menambah tekanan inflasi global. Analis memperkirakan bahwa jika nilai minyak memperkuat di level ini, inflasi di AS bisa naik mendekati 3,7 persen.

Selain itu, konsumen di AS disebut telah mengeluarkan tambahan sekitar US$ 240 juta per hari untuk bahan bakar sejak bentrok dimulai.

Selama situasi geopolitik tetap belum jelas, volatilitas kemungkinan bakal tetap tinggi. Sinyal positif bisa dengan sigap berubah jika negosiasi kandas alias ketegangan kembali meningkat.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian