– Perdebatan lama antara Michael Saylor dan Peter Schiff kembali memanas, kali ini soal keahlian Bitcoin valuasi Strategy (MSTR). Sebagaimana diketahui, Peter Schiff merupakan salah satu kritikus setia aset Bitcoin, sementara Michael Saylor adalah salah satu pendukung utama aset digital tersebut.
Keduanya menyampaikan pandangan nan sangat berbeda di platform X. Pada dasarnya, perdebatan ini merujuk pada perbedaan mendasar tentang gimana Bitcoin semestinya dinilai, ialah apakah dari keahlian jangka pendek alias tren jangka panjang.

Kritik Schiff
Schiff mempertanyakan narasi bahwa Bitcoin adalah aset dengan keahlian unggul.
“Dalam lima tahun terakhir, kenaikan Bitcoin hanya sekitar 12 persen, jauh tertinggal dari aset lain seperti emas, perak apalagi indeks saham utama,” ungkap Schiff.
Dalam perihal ini, dia juga menyoroti keahlian saham Strategy (MSTR), nan naik sekitar 68,5 persen dalam periode nan sama. Namun, menurut Schiff, kenaikan ini bukan lantaran esensial Bitcoin, melainkan lantaran penanammodal bersedia ‘membayar mahal’ saham perusahaan tersebut.
Bagi Schiff, model ini berjuntai pada aliran modal baru nan terus masuk. Jika arus tersebut berhenti, tekanan terhadap valuasi bisa muncul dengan cepat.
Pembelaan Saylor
Saylor membalas dengan pendekatan berbeda.
Dia menilai bahwa Bitcoin tidak bisa dinilai dari jangka waktu pendek., Dalam pandangannya, performa jangka panjang jauh lebih relevan.\
Baca Juga: Ethereum Foundation Mulai Staking Besar-Besaran, Kunci Puluhan Ribu ETH
Data nan dia tampilkan di akun-nya menunjukkan Bitcoin mencatat return tahunan sekitar 36 persen sejak 2020, mengungguli aset lain seperti emas dan indeks saham.
“Ini menegaskan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset dengan performa unggul jika dilihat dalam horizon nan tepat,” ujarnya.
Dua Cara Melihat Bitcoin
Perdebatan ini sebenarnya mencerminkan dua langkah pandang nan berbeda.
Schiff memandang Bitcoin dari sisi stabilitas dan komparasi dengan aset tradisional dalam periode tertentu. Sementara Michael Saylor melihatnya sebagai aset nan tetap dalam fase pertumbuhan struktural, di mana arus modal menjadi aspek utama.
Saylor apalagi menegaskan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin sudah tidak lagi relevan.
Menurutnya, nilai sekarang lebih ditentukan oleh likuiditas global, peran institusi, dan sistem finansial nan lebih luas, bukan sekadar halving.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
14 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·