– Arthur Hayes kembali melempar rumor besar ke pasar kripto. Pendiri berbareng BitMEX itu menilai tindakan lindung nilai (hedging) nan mengenai dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock berpotensi menjadi salah satu penyebab utama gelombang jual nan menekan Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam unggahan terbarunya di platform X, Hayes mengatakan tekanan jual kemungkinan besar muncul ketika dealer melakukan hedging atas produk terstruktur nan terhubung dengan IBIT.

“Mekanisme ini bisa menciptakan kondisi ‘jual paksa’ berbasis aturan, bukan lantaran sentimen semata, ketika nilai menembus level tertentu,” ungkap Hayes.
Dia menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun daftar produk catatan nan diterbitkan bank untuk memetakan titik-titik pemicu nan dapat membikin nilai bergerak ekstrem secara cepat.
$BTC dump probably due to dealer hedging off the back of $IBIT structured products. I will be compiling a complete list of all issued notes by the banks to better understand trigger points that could cause rapid price rises and falls. As the game changes, u must as well. pic.twitter.com/9DF8VE9XBL
— Arthur Hayes (@CryptoHayes) February 7, 2026Pernyataan ini muncul setelah Bitcoin sempat terseret turun hingga mendekati US$ 60.000, nan mana memicu penurunan tajam di pasar mata uang digital nan lebih luas. Dalam narasi nan beredar, penurunan tersebut ikut menyeret selera resiko, dan membikin sebagian penanammodal mengurangi eskposur serta memperketat posisi di beragam aset.
Sejurus kemudian, pasar memandang adanya pemulihan, dengan Bitcoin nan sukses kembali menembus US$ 70.000 dan mencatat kenaikan harian nan cukup kuat.
“Contoh nan saat ini relevan adalah sebuah catatan mengenai dengan Morgan Stanley, nan terbentuk di sekitar puncak 31 Oktober saat BTC berada di area US$ 105.000,” ujarnya.
Baca Juga: Kesalahan Sistem 5 Menit, Tapi Cukup Bikin Bitcoin Ambruk Tajam di Bithumb
Ia menyebut level knock-in 75 persen berada di US$ 78.700, ketika nilai menembus area itu, dealer disebut bisa terdorong menjadi penjual untuk mengimbangi resiko. Hal ini pun berujung pada tekanan jual nan bertambah dan penurunan nan makin cepat.
Di saat nan sama, Hayes menyoroti pengaruh rambatan ke aset lain. Dia mengaitkan peningkatan volatilitas emas dan perak dengan posisi nan terlalu ber-leverage, sementara saham mengenai Bitcoin seperti MSTR ikut tertekan ketika sentimen memburuk.
“Berdasarkan apa nan saya gambarkan, nan terjadi bukan hanya sekedar Bitcoin turun lantaran orang takut, melainkan campuran struktur derivatif, hedging dan posisi pasar nan rapuh,” kata Hayes.
Kendati demikian, bukan hanya Hayes nan mengarah ke aspek institusional. Dalam bagian lain, teks ini mengutip CryptoQuant nan menyebutnya permintaan institusional melemah, sementara arus ETF nan sebelumnya menjadi mesin akumulasi, dinilai mulai berbalik arah.
Jika arus keluar ETF terus berlanjut, pasar kehilangan salah satu pembeli terbesar nan sebelumnya membantu menahan penurunan ketika terjadi guncangan.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·