– Tether, nan merupakan perusahaan penerbit stablecoin terbesar di bumi USDT, mengumumkan bakal menghentikan support untuk CNH₮, stablecoin nan dipatok ke yuan Tiongkok lepas pantai. Perusahaan menyatakan pencetakan (minting) CNH₮ sudah dihentikan, sementara jasa pelunasan (redeem) bakal ditutup sepenuhnya dalam waktu setahun.
Dari pengumuman nan disampaikan pada 20 Februari lalu, Tether mengabarkan tidak lagi menerbitkan CNH₮ baru. Pemegang CNH₮ tetap diberikan kesempatan untuk menembus token mereka hingga tenggat akhir tahun depan, dan perusahaan menganjurkan pengguna melakukan pelunasan secepat mungkin untuk menghindari hambatan menjelang pemisah waktu.

CNH₮ diluncurkan sebagai sarana bagi pelaku pasar mata uang digital untuk mendapatkan eksposur terhadap nilai yuan lepas pantai. Meski dinilai mempunyai potensi, CNH₮ tidak pernah mencapai tingkat mengambil seperti USDT. Seiring waktu, aktivitas perdagangan dan pemakaian CNH₮ tetap terbatas, sehingga utilitasnya di pasar tidak berkembang sebagaimana nan diharapkan.
Tether menyebut stablecoin memerlukan support teknis dan pemeliharaan berkelanjutan. Ketika sebuah produk kandas membangun pedoman pengguna nan memadai, biaya operasional dan kompleksitas pemeliharaan menjadi semakin susah dibenarkan.
Baca Juga: Intip Lima Fase Bottom Bear Market Versi Analis Berikut
Karena itu, perusahaan menegaskan bahwa mereka rutin mengevaluasi portofolio produk berasas penggunaan nyata, dan CNH₮ tidak lagi memenuhi periode nan diperlukan untuk masuk ke rencana jangka panjang.
Langkah ini juga mencerminkan dinamika pasar stablecoin nan semakin kompetitif. Tether menyatakan bakal memfokuskan sumber daya pada pasar dengan mengambil lebih kuat dan prospek pertumbuhan nan lebih jelas. Dalam konteks tersebut, perusahaan menempatkan penguatan USDT dan prasarana inti sebagai prioritas, daripada mempertahankan produk dengan permintaan terbatas.
Sebagaimana diketahui, penutupan CNH₮ menegaskan pola nan makin terlihat di sektor stablecoin, ialah produk nan tidak sukses membangun skala akhirnya bakal dieliminasi, sementara pemimpin pasar seperti USDT terus memperkuat posisinya lewat likuiditas tinggi dan penggunaan nan luas di beragam bursa serta jaringan pembayaran kripto.
Di sisi korporasi, Tether juga disebut pernah mengalami kebocoran info dalam beberapa tahun terakhir nan mengekspos info kontak pelanggan. Perusahaan mempertahankan instansi pusat di El Salvador dengan pedoman di Swiss, serta memperluas tenaga kerja hingga sekitar 300 tenaga kerja dengan rencana menambah 150 staf lagi dalam 18 bulan, kebanyakan di bagian teknik.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·