Dubai Targetkan Tokenisasi Properti US$16 Miliar pada 2033

Sedang Trending 18 jam yang lalu

– Dua proyek tokenisasi real estat berbobot jutaan dolar, di Dubai dan Maladewa, menunjukkan gimana tokenisasi aset bumi nyata (real world assets/RWA) mulai bergerak dari uji coba menjadi prasarana pendanaan dan perdagagan nan lebih serius, apalagi ketika pasar mata uang digital secara luas tetap berhadapan dengan volatilitas.

Di Dubai, Dubai Land Department (DLD) mengumumkan peluncuran fase kedua program percontohan tokenisasi real estatnya, dengan konsentrasi pada aktivasi transaksi jual-beli di pasar sekunder. Program ini menyusul tokenisasi real estat senilai sekitar US$ 5 juta, nan memungkinkan sekitar 7,8 juta token untuk diperdagangkan kembali dalam kerangka pilot nan terkontrol.

Mitra prasarana dalam pilot ini adalah Ctrl Alt, perusahaan berlisensi sebagai Virtual Asset Service Provider (VASP) di Dubai. Ctrl Alt menyatakan bakal menerbitkan Asset-Referenced Virtual Asset (ARVA) management tokens untuk memfasilitasi transfer token secara teregulasi di pasar sekunde, dengan pencatatan on-chain nan membentuk rekam kepemilikan nan terpadu.

Dalam pengaturan teknisnya, Ctrl Alt menyebut seluruh transaksi token real estat bakal dicatat di XRP Ledger dan diamankan dengan Ripple Custody, sebuah keputusan nan menempatkan prasarana blockchain dan kustodian institusional sebagai bagian dari “pipa” baru kepemilikan properti digital.

Baca Juga: XRP Anjlok 60 Persen dari Puncak, Waktunya Serok?

DLD sebelumnya telah memproyeksikan bahwa inisiatif tokenisais ini dapat berkontribusi sekitar US$ 16 miliar pada 2033, setara dengan sekitar 7 persen dari total transaksi properti di Dubai, menempatkan proyek ini sebagai salah satu upaya tokenisasi properti paling ambisius di pusat finansial nan pro-kripto.

Sementara itu, di Maladewa, tren tokenisasi mengambil corak nan lebih dekat ke pembiayaan proyek. Pengembang real estat DarGlobal dan World Liberty Financial (WLFI), perusahaan mata uang digital nan dikaitkan dengan Presiden Amerika Donald Trump dan keluarganya, mengumumkan rencana untuk menokenisasi bagian dari fase pengembangan proyek resor bermerk Trump di Maladewa, bekerja sama dengan perusahaan tokenisasi Securitize.

WLFI mengumumkan rencana tersebut dalam sebuah forum bertema mata uang digital di properti Mar-a-Lago, nan juga dihadiri sejumlah nama besar dari finansial tradisional dan industri kripto, termasuk CEO Goldman Sachs David Solomon dan CEO Coinbase Brian Armstrong, serta beberapa senator Amerika.

CEO DarGlobal Ziad El Chaar menggambarkan tokenisasi sebagai langkah memperluas pedoman penanammodal real estat. Ini dapat membuka akses bagi pihak nan selama ini susah berperan-serta dalam proyek-proyek properti berskala besar.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian