– Harga XRP tetap menjadi perdebatan setelah ambruk sekitar 60 persen dari puncaknya di US$ 3,66. Sejumlah pelaku pasar menilai penurunan ini bisa menjadi ‘shakeout’ terakhir sebelum reli lanjutan, sementara kubu bearish melihatnya sebagai tanda tren nan rentan dan tetap beresiko turun lebih dalam.
Di tengah volatilitas nan tinggi, analis teknikal Crypto Patel mengangkat satu tesis utama, ialah XRP disebut telah mengonfirmasi pembalikan tren makro setelah menembus pola descending wedge selama empat tahun nan terbentuk pada 2020-2024.

Setelah breakout, dia mencatat XRP sempat reli lebih dari 600 persen dari area breakout sekitar US$ 0,60, lampau masuk fase konsolidasi nan dia sebut sebagai reakumulasi, fase ‘pengumpulan tenaga’ sebelum kelanjutan tren.
CryptoPatel menempatkan area US$ 1 hingga US$ 1,50 sebagai area krusial nan dia kategorikan sebagai Fair Value Gap (FVG) sekaligus wilayah reakumulasi. Dalam pembacaan ini, pergerakan nilai nan memperkuat dan berputar di rentang tersebut dianggap tetap ‘sehat’ untuk struktur bullish jangka menengah, selama level kunci tetap terjaga.
Namun dia juga memasang garis pemisah nan tegas. Menurutnya, outlook jangka panjang tetap bullish selama XRP memperkuat di atas US$ 1, tetapi dia memperingatkan bahwa weekly close di bawah US$ 1,30 bakal mengganggu skenario tersebut.
Pasar sempat menguji pemisah itu ketika XRP turun hingga sekitar US$ 1,15 setelah komentarnya, sebelum memantul kembali ke kisaran US$ 1,40. Pergerakan ini membikin level-level teknikal tersebut semakin krusial lantaran penanammodal sekarang memantau apakah pantulan ini betul-betul pemulihan, alias sekadar rebound sementara.
Untuk strategi masuk, CryptoPatel menganggap nilai saat ini belum tentu ideal. Ia menyebut area beli nan lebih menarik berada di US$ 0,70 – US$ 0,80 jika terjadi penurunan lanjutan, sebagai upaya ‘membeli saat diskon’ sebelum gelombang naik berikutnya. Dari sana, dia memetakan sasaran bertahap, ialah US$ 3,50, lampau US$ 5,00 dan kemudian US$ 8,70 dan dalam skenario optimis, melewati US$ 10.
Baca Juga: Koin Meme Melemah Serentak, SHIB Ikut Terseret di Tengah Risk-Off
Perbedaan pandangan di pasar pun semakin tajam. Kubu bullish menilai selama XRP bisa mempertahankan struktur breakout dan menjaga area support di atas US$ 1, tren besar tetap utuh.
Sebaliknya, kubu bearish menilai weekly close di bawah US$ 1,30 bisa mengubah sentimen dengan cepat, apalagi membuka kesempatan penurunan menuju US$ 0,50 menurut sebagian proyeksi analis lain.
Di luar kajian teknikal, proyeksi berbasis AI juga ikut meramaikan narasi. Model AI KIMI dari Alibaba memproyeksikan XRP menutup 2026 di rentang US$ 2 hingga US$ 3,50, dengan skenario dasar sekitar US$ 2,45–US$ 3,26, didorong oleh mengambil dan penguatan infrastruktur, bukan semata spekulasi.
Dalam skenario bullish, KIMI memandang kesempatan XRP berada di US$ 3,50–US$ 5, apalagi bisa menyentuh US$ 8,50 jika beberapa aspek mendukung sekaligus, seperti arus institusional, pemakaian stablecoin, kejelasan hukum, dan mengambil lintas negara.
Kendati demikian, KIMI juga menekankan resiko di sisi bawah. Jika XRP turun dan memperkuat di bawah US$ 1,35, tekanan bisa membawa nilai kembali mendekati US$ 1, terutama jika kondisi makro mengetat alias arus institusional melemah.
Sementara model AI lain menampilkan rentang nan lebih agresif, ialah sebagian memperkirakan skenario dasar US$ 2,50 – US$ 5,50 dan skenario bullish US$ 6 – US$ 9. Ada pula prediksi nan menyebut US$ 10, meski sejumlah pengamat menganggap sasaran dua digit itu tetap memerlukan katalis nan sangat kuat.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·