– Co-founder Ethereum (ETH), ialah Vitalik Buterin tercatat memegang lebih dari 240.000 ETH nan saat ini berbobot sekitar US$ 456 juta, menurut investigasi platform intelijen blockchain Arkham terhadap kepemilikan on-chain miliknya.
Arkham menyebut Buterin sebagai pemegang ETH perseorangan ‘terbesar nan dapat diakses’, meskipun dalam daftar kepemilikan terbesar secxara keseluruhan, dompet lembaga dan bursa tetap mendominasi.

Dalam laporan nan dipublikasikan pada 17 Februari lalu, Arkham merinci bahwa porsi kepemilikan ETH Buterin menurun secara berjenjang dari 662.810 ETH pada Desember 2015, sekitar 0,91 persen dari total suplai pada saat itu, menjadi 240.010 ETH saat ini, alias sekitar 0,20 persen dari suplai beredar.
Platform intelijen blockchain itu mengaitkan penurunan tersebut dengan kombinasi penjualan berskala dan bertambahnya suplai ETH seiring waktu, sehingga porsi kepemilikan Buterin terdilusi.
Selain ETH, Buterin juga dilaporkan mempunyai sejumlah posisi token nan lebih kecil, termasuk token WHITE, MOODENG, dan KNC. Portofolionya juga memuat token TORN (Tornado Cash) dalam jumlah mini nan dikaitkan dengan penggunaan mixer privasi untuk aktivitas donasi, termasuk support kemanusiaan mengenai Ukraina.
Aktivitas on-chain terbaru nan disoroti Arkham menunjukkan Buterin memindahkan biaya dalam jumlah besar sejalan dengan komitmen publiknya terhadap pendanaan ekosistem. Ia disebut melakukan penarikan 16.384 ETH pada akhir Januari 2026, sekitar US$ 43 juta pada valuasi saat ini, untuk mendukung pengembangan prasarana open-source.
Langkah itu terjadi setelah Buterin menyampaikan bahwa Ethereum Foundation memasuki periode ‘austety ringan’, di mana dia secara pribadi mengambil sebagian beban pendanaan proyek agar keberlanjutan organisasi dapat terjaga.
Tak lama setelah itu, Arkham mencatat penjualan sekitar 2.961 ETH selama tiga hari pada awal Februari, senilai kira-kira US$ 6,6 juta, nan dilakukan melalui CoW Protocol menggunakan swap mini untuk meminimalkan akibat pasar.
Baca Juga: Biaya Ethereum Turun, Serangan Address Poisoning Dilaporkan Meledak
Laporan Arkham juga menempatkan kepemilikan Buterin dalam konteks pemegang ETH nan lebih luas. Dompet lembaga dan entitas besar, termasuk perjanjian deposit ETH2, bursa, serta manajer aset disebut berada di jejeran teratas.
Disebutkan juga dalam laporan tersebut bahwa perseorangan dengan kepemilikan ETH terbesar secara nominal adalah Rain Lohmus dengan sekitar 250.000 ETH, namun aset tersebut dilaporkan tidak dapat diakses lantaran private key nan hilang.
Nilai kekayaan Vitalik Butherin, menurut Arkham, sangat mengikuti volatilitas nilai ETH lantaran lebih dari 99 persen portofolionya mengenai langsung dengan Ethereum. Ia sempat menembus status miliarder pada 2021 saat ETH melewati US$ 3.000, dengan kepemilikannya mencapai puncak sekitar US$ 2,09 miliar pada November tahun itu, sebelum kemudian merosot tajam selama bear market 2022.
Pada 2025, lonjakan nilai ETH kembali mendorong valuasinya melampaui US$ 1 miliar ketika ETH mendekati rekor baru sekitar US$ 5.000 pada Agustus, namun koreksi berikutnya kembali menurunkan nilai portofolio ke kisaran saat ini.
Arkham menyoroti bahwa sumber utama kekayaan Buterin berasal dari pre-sale Ethereum 2014, ketika sebagian suplai awal dialokasikan untuk para pendiri. Berbeda dari banyak pendiri mata uang digital lain nan menumpuk nilai lewat kepemilikan perusahaan terpusat, kekayaan Buterin disebut tetap relatif “likuid” dan terikat langsung pada jaringan nan dia bangun, membuatnya lebih transparan sekaligus lebih sensitif terhadap siklus pasar ETH.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·