– Upaya Bitcoin (BTC) untuk mendekati level psikologis US$ 100.000 kembali tersendat setelah tekanan jual muncul tepat saat permintaan spot mulai kehilangan tenaga. Setelah mencetak puncak lokal di sekitar US$ 98.000 pada Rabu, BTC terkoreksi dua sesi berturut-turut dan turun ke bawah US$ 95.000 pada perdagangan Jumat waktu New York.
Pelemahan ini terjadi berbarengan dengan berbaliknya Coinbase Bitcoin premium index, parameter nan sering dipakai untuk membaca kekuatan permintaan spot dari pelaku pasar Amerika. Indeks tersebut sempat berbalik positif di dekat puncak, nan biasanya menandakan masuknya pembeli spot di fase akhir.

Namun, lantaran nilai kandas mendorong lebih tinggi, sinyal itu justru dibaca sebagai pembelian terlambat dengan tindak lanjut nan terbatas dari pembeli besar.
Di sisi aliran order, dinamikan pasar juga menunjukkan reli nan ‘ditarik’ ke atas tanpa fondasi bid nan kuat. Cumulative volume info (CVD) mencetak higher highs sementara nilai hanya bisa membentuk higher low, divergensi nan biasanya berfaedah pembelian garang menyerap tekanan jual.
Namun dalam kasus ini, serapan tersebut tidak cukup untuk menembus resisten, sehingga mengindikasikan pembeli kehabisan tenaga sebelum sasaran psikologis tercapai.
Kondisi itu diperkuat oleh bid-ask ratio nan tetap negatif selama reli, menunjukkan bahwa order jual tetap lebih dominan daripada bid meskipun nilai naik. Dengan kata lain, kenaikan lebih banyak terjadi lantaran pembeli mengejar harga, bukan lantaran bid pasif nan menumpuk sebagai dukungan. Ketika momentum melambat, struktur seperti ini biasanya membikin pasar lebih mudah tergelincir.
Setelah terjadi likuidasi short nan tajam, open interest juag turun seiring dengan pelemahan harga. Tanpa tambahan resiko dari pelaku derivatif, dorongan naik menjadi lebih tipis, dan membikin koreksi lebih mungkin bersambung sampai muncul katalis baru.
Baca Juga: Glassnode: Likuidasi Short Melonjak saat Bitcoin Sentuh Puncak Lokal
Perubahann kajian pasar Material Indicators mencatat bahwa pihak bearish ‘melawan dengan keras’, dengan sinyal tren pada diagram harian mulai berbalik. Mereka memperingatkan bahwa kehilangan trendline kunci dapat memicu pengetesan support nan lebih dalam. Namun mereka juga menegaskan bahwa skenario bearish ini dapat gugur jika Bitcoin bisa merebut kembali ke US$ 97.000 dengan tegas.
Di kembali koreksi ini, info on-chain menunjukkan satu aspek nan cukup konsisten, ialah profit-taking dari short-term holders (STH). Pada 6 Januari, saat BTC menyentuh US$ 94.000, STH mengirim lebih dari 30.000 BTC dalam kondisi keuntungan ke bursa.
Pola tersebut berulang pada Kamis ketika nilai menembus US$ 97.000, dengan lebih dari 40.000 BTC untung direalisasikan dalam satu hari. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa sebagian pasar memilih mengamankan keuntungan alih-alih mengejar kelanjutan reli.
Meski potongan nilai STH telah menyempit menjadi sekitar -4 persen dari sebelumnya -22 persen dalam dua bulan terakhir, nilai tetap tertahan tepat di bawah biaya perolehan STH di sekitar US$ 98.300. Dengan realized price nan lebih dekat ke US$ 102.000, perilaku STH mengisyaratkan prioritas saat ini tetap pada perlindungan modal sampai ada konfirmasi upside nan lebih kuat.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·