Arthur Hayes: Bitcoin Mengalahkan Emas Saat Krisis Global

Sedang Trending 15 jam yang lalu

– Pendiri sekaligus mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes mengatakan bahwa Bitcoin menunjukkan kekuatan nan tidak biasa di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Melalui unggahan di platform X pada 12 Maret 2026, Hayes menjelaskan bahwa pasar dunia mulai terguncang sejak bentrok kedua negara meningkat pada akhir Februari.

Biasanya, dalam situasi seperti ini, penanammodal bakal beranjak ke aset safe haven seperti emas. Namun kali ini, menurut Hayes, nan terjadi justru berbeda.

“Bitcoin justru muncul sebagai salah satu aset dengan performa terbaik selama periode tersebut,” ungkap Hayes.

Sejak bentrok dimulai pada 28 Februari, nilai Bitcoin tercatat naik sekitar 7 persen. Sebaliknya, nilai emas nan biasanya menjadi pelindung nilai justru turun sekitar 2 persen dalam periode nan sama.

Sementara itu, indeks Nasdaq 100, nan mewakili perusahaan teknologi besar, nyaris tidak bergerak dan apalagi turun sekitar 0,5 persen. Pergerakan ini cukup mengejutkan banyak penanammodal lantaran secara historis Bitcoin sering turun saat terjadi ketidakpastian global.

Namun kali ini, Bitcoin justru terlihat berperilaku seperti safe haven digital.

Baca Juga: Strategy Bisa Salip BlackRock dalam Perburuan Bitcoin

Krisis Minyak Guncang Pasar Global

Ketegangan di Timur Tengah juga meningkatkan kekhawatiran terhadap Selat Hormuz, jalur krusial bagi perdagangan minyak dunia. Ancaman terhadap jalur ini membikin pasar daya dan finansial dunia mengalami tekanan.

Ancaman terhadap jalur ini membikin pasar daya dan finansial dunia mengalami tekanan. Meski begitu, Hayes menyoroti bahwa Bitcoin justru terus naik selama periode krisis tersebut.

Ia apalagi menggamarkan Bitcoin sebagai ‘digital gold with upside velocity’, nan berfaedah aset tersebut tidak hanya berfaedah sebagai penyimpanan nilai, namun juga mempunyai potensi pertumbuhan nan sigap saat terjadi gangguan global.

Saat tulisan ini ditulis, nilai Bitcoin berada di sekitar US$ 70.379, naik sekitar 1,5 persen dalam 24 jam terakhir, menurut info CoinGecko.

Permintaan Institusi Dorong Harga Bitcoin

Selain aspek geopolitik, meningkatnya permintaan institusional juga menjadi pendorong utama kenaikan Bitcoin. Banyak perusahaan investasi sekarang terus menambah biaya ke dalam spot Bitcoin ETF.

Salah satu produk terbesar adalah IBIT milik BlackRock, nan menurut info SoSoValue pada 11 Maret 2026 telah mencatat total arus masuk bersih sekitar US$ 62,88 miliar.

Selain itu, penanammodal jangka panjang juga terlihat terus menambah kepemilikan Bitcoin selama periode ketidakpastian ini, alih-alih menjualnya.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian