– Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali turun tangan memihak bursa mata uang digital tersebut. Kali ini, dia membantah rumor lama nan kembali beredar di media sosial. Rumor tersebut menuding Binance berbisnis di platform derivatif BitMEX dan meraup untung besar, apalagi disebut mencapai US$ 60.000 BTC, dengan memanfaatkan biaya pengguna saat gejolak pasar pada awal pandemi.
CZ merespons setelah akun X @ThinkingUSD menyatakan bahwa Binance merupakan entitas paling “menguntungkan” di BitMEX pada 12 Maret 2020, hari ketika pasar dunia ambruk dan Bitcoin terjun bebas.

Dalam narasinya, Binance disebut memperoleh lebih dari US$ 240 juta dengan “meng-hedge” posisi pelanggan, serta melakukan penarikan terbesar dan mencatat PnL tertinggi di platform tersebut pada hari nan sama.
CZ pun langsung menepis klaim tersebut secara tegas. Ia menyebutnya sebagai fake news dan menilai tuduhan tersebut dibuat tanpa adanya bukti.
“Mereka sekarang asal membuat-buat. Tidak tahu apa tujuan mereka. Saya iba pada orang nan percaya tanpa memandang bukti,” ungkap tulisnya di platform X.
Lebih jauh, CZ menyatakan Binance tidak pernah berbisnis di BitMEX. Ia apalagi menyinggung co-founder BitMEX, ialah Arthur Hayes dengan menyiratkan bahwa ‘temannya’ bakal tahu jika betul ada penarikan dan untung sebesar itu.
Di sisi lain, dia juga menyoroti aspek proporsional BitMEX, ialah proses penarikan biaya nan disebutnya hanyak dilakukan sekali per hari, sehingga klaim tentang pergerakan penarikan ‘raksasa’ dan perincian keuntungan pada momen itu dinilainya tidak masuk akal.
Dalam jawaban lain di kolom komentarnya, CZ juga menyindir bahwa rumor seperti itu bisa saja sengaja disebar untuk menarik pengguna nan kurang mengerti ke platform lain. Ini merupakan sebuah strategi nan menurutnya kerap terjadi saat sentimen pasar sedang rapuh.
Konteksnya memang sensitif. Pada Maret 2020 lalu, Bitcoin sempat ambruk dari sekitar US$ 8.000 ke kisaran US$ 3.800 hanya dalam hitungan jam. Hal ini pun memicu krisis likuiditas di beragam bursa ketika tekanan jual tak terserap oleh order beli.
Baca Juga: Bhutan Kini Pegang 5.600 BTC, Kepemilikan Turun Hampir 60 Persen Sejak Oktober
BitMEX, nan kala itu termasuk bursa derivatif paling aktif, juga mengalami gelombang likuidasi besar, dan peristiwa itu tetap dikenang sebagai salah satu hari paling sadis dalam sejarah pasar mata uang digital modern. Di pasar tradisional, gejolak serupa terjadi ketika indeks saham Amerika terguncang dan aset dunia bergerak liar.
Sorotan terhadap BitMEX sendiri juga punya sejarah panjang. Sekitar dua bulan setelah periode itu, Arthur Hayes dijatuhi balasan tahanan rumah mengenai pelanggaran Bank Secrecy Act. Otoritas Amerika menilai BitMEX kandas menjalankan standar kepatuhan anti pencucian uang, dan platform tersebut kemudian menyelesaikan perkara dengan bayar denda ke otoritas, meski tanpa mengakui ataupun menyangkal sejumlah tuduhan spesifik.
CZ menempatkan sanggahan terbarunya dalam pola nan lebih besar. Menurutnya, belakangan Binance menjadi sasaran gelombang komentar negatif sejak Oktober tahun lalu.
Ia menyebut beberapa tuduhan nan sebelumnya sempat beredar, mulai dari klaim Binance membuang Bitcoin untuk memicu tindakan jual akhir pekan, hingga rumor bahwa bursa tersebut menjual US$ 1 miliar Bitcoin untuk menjatuhkan nilai ke level tertentu.
Dalam jenis CZ, perubahan saldo dompet Binance sebagian besar terjadi saat pengguna menarik aset, lantaran banyak pengguna menyimpan biaya di Binance layaknya dompet dan melakukan transaksi di dalam platform.
Ia juga sempat menanggapi spekulasi mengenai strategi SAFU, biaya persediaan darurat Binance, nan disebut dikonversi dari stablecoin ke Bitcoin dalam beberapa tahap. Menurutnya, pembelian seperti itu lebih masuk logika dilakukan berjenjang dan melalui likuiditas bursa terpusat, bukan lewat DEX.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
16 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·