– Menjelang Hari Valentine, Kantor Kejaksaan Amerika Serikat untuk Distrik Ohio Utara mengeluarkan peringatan publik mengenai meningkatnya kasus penipuan asmara (romance scam) nan berasal dari hubungan online dan kerap berujung pada kerugian finansial, termasuk permintaan pembayaran menggunakan mata duit kripto.
Menurut peringatan tersebut, pelaku memanfaatkan kepercayaan dan emosi korban dengan menyamar sebagai pasangan romantis di aplikasi kencan, media sosial maupun platform pesan. Setelah membangun hubungan nan tampak tulus selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, pelaku mulai meminta duit dengan beragam alasan, mulai dari situasi darurat, biaya perjalanan hingga kesempatan investasi.

U.S Attorney David M. Toepfer menegaskan bahwa motif utama pelaku bukan cinta, melainkan uang. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengirim biaya kepada orang nan belum pernah ditemui secara langsung.
Peringatan ini menyoroti bahwa mata uang digital sering dipilih lantaran sifat transaksinya nan susah dibatalkan dan lebih susah dilacak dibanding metode pembayaran konvensional, membikin korban kerap kehilangan biaya tanpa jalan pemulihan nan jelas.
Dalam pola nan umum, pelaku biasanya membikin profil tiruan dengan foto curian, lampau mengaku bekerja di luar negeri, misalnya di militer, rig minyak, alias proyek upaya agar punya argumen kuat untuk tidak bertemu.
Baca Juga: Survei OKX: Gen Z Mulai Tertarik Bayar Kencan Pakai Kripto
Hubungan kemudian dipercepat dengan deklarasi emosi nan intens dan komitmen dini. Setelah itu, komunikasi dipindahkan dari platform publik ke pesan privat agar lebih susah terpantau dan korban semakin terisolasi dari pengecekan pihak lain.
Otoritas juga menggarisbawahi sejumlah tanda ancaman nan sering muncul, ialah pernyataan cinta nan terlalu cepat, argumen berulang untuk menunda pertemuan langsung, “darurat” nan datang bertubi-tubi, serta permintaan pembayaran nan tidak lazim, terutama gift card, kripto, alias wire transfer.
Dalam beberapa kasus, korban apalagi diarahkan ke platform investasi tiruan nan menjanjikan imbal hasil tidak realistis sebelum pelaku menghilang membawa dana.
Peringatan tersebut sejalan dengan laporan nasional nan menunjukkan bahwa penipuan berbasis hubungan dan kepercayaan telah memicu kerugian besar, dengan transaksi mata uang digital sering muncul sebagai jalur pembayaran nan disukai pelaku.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·