– Salah satu analis papan atas di bumi mata duit kripto, ialah Willy Woo memperkirakan emas kemungkinan besar bakal terus mengungguli Bitcoin (BTC) selama beberapa tahun ke depan. Dalam pernyataan nan dia unggah di platform X, Woo mengatakan bahwa tren naik Bitcoin terhadap emas nan berjalan sekitar 12 tahun telah patah.
“Pemicunya bukan sekedar sentimen pasar biasa, melainkan meningkatnya kesadaran terhadap resiko komputasi kuantum,” ungkap Woo.

Woo berpendapat, Bitcoin semestinya dihargai jauh lebih tinggi dibanding emas jika merujuk pada esensial dan sejarah pergerakannya. Namun, dia menilai pasar tidak lagi menilai Bitcoin dengan langkah nan sama sejak rumor kuantum mulai masuk radar pelaku pasar.
Dalam narasinya, valuasi relatif Bitcoin terhadap emas melemah lantaran penanammodal mulai memperhitungkan kemungkinan bahwa teknologi kuantum suatu hari dapat menakut-nakuti keamanan kriptografi nan menopang jaringan Bitcoin.
Meski begitu, Woo tidak mengatakan Bitcoin bakal ‘selesai’. Ia menyebut jaringan kemungkinan dapat ditingkatkan dengan tanda tangan (signature) nan tahan kuantum untuk melindungi sistem di masa depan. Namun, menurutnya, upgrade semacam itu tidak otomatis menyelesaikan satu masalah besar lain, ialah potensi kembalinya koin-koin nan lenyap ke peredaran jika dompet lama nan selama ini tidak bisa diakses dapat ‘dipecahkan’ oleh keahlian kuantum.
Baca Juga: Pola Ascending Triangle Muncul, Tapi Bitcoin Masih Butuh Konfirmasi
Dalam skenario Woo, dompet nan paling disorot adalah milik Satoshi Nakamoto serta pemilik awal nan diduga kehilangan akses ke private key mereka. Ia menyebut jutaan BTC, nan selama ini diasumsikan tidak bakal pernah bergerak, bisa kembali menjadi pasokan aktif.
Analis tersebut juga memperkirakan ada kesempatan besar koin-koin itu tidak bakal dibekukan melalui hard fork,sehingga pasar mulai mendiskon resiko tersebut sejak dini.
Woo menyebut proses nilai ini bakal selesai ketika resiko ‘Q-Day’, momen ketika kuantum cukup kuat untuk menjadi ancaman nyata, tidak lalfi relevan. Namun dia memperkirakan Q-Day tetap 5 hingga 15 tahun lagi.
Menurutnya, rentang waktu itu berfaedah Bitcoin bakal diperdagangkan cukup lama dengan ‘awan’ resiko di atas kepala, nan berpotensi menahan keahlian relatifnya.
Woo juga mengaitkan pandangannya dengan dinamika makro. Ia menilai dasawarsa berikutnya justru periode ketika Bitcoin ‘paling dibutuhkan’, lantaran bumi memasuki fase akhir siklus utang jangka panjang, nan biasanya mendorong penanammodal makro dan apalagi negara berlari ke aset keras seperti emas untuk berlindung dari proses deleveraging global.
Dalam kerangka ini, dia memandang emas berpotensi melesat meski Bitcoin tidak ikut mengimbangi.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·