Tanggal 2 April Menjadi Penentuan Bitcoin Naik Atau Tidak!

Sedang Trending 4 hari yang lalu

– Harga Bitcoin (BTC) terus merosot pada Kamis (28/3/2024), mencatat penurunan selama empat hari berturut-turut dan sempat menyentuh titik terendah di US$ 83.387. Penurunan ini terjadi sering dengan kejatuhan pasar saham Amerika, di mana indeks Dow Jones turun lebih dari 700 poin dan S&P 500 kehilangan 112 poin.

Melansir dari cointelegraph.com, kekhawatiran penanammodal terhadap inflasi semakin meningkat. Data inflasi terbaru menunjukkan bahwa indeks PCE inti untuk Februari naik 2,8 persen secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan. Secara bulanan, angkanya naik 0,4 persen. Kenaikan ini membikin pasar semakin waspada terhadap kemungkinan suku kembang tinggi nan berkepanjangan.

Tekanan di pasar semakin berat setelah Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif baru. Ia memberlakukan tarif 25 persen untuk semua mobil nan diproduksi di luar Amerika. Rencana penambahan tarif lainnya juga bakal diumumkan pada 2 April, nan dia sebut sebagai ‘Hari Pembebasan’. Termasuk di antaranya adalah tarif untuk produksi farmasi.

Bitcoin Beresiko Turun US$ 65.000?

Di pasar kripto, sentimen negatif ini turut memengaruhi pergerakan harga. Analis teknikal Peter Brandt memperkirakan Bitcoin bisa jatuh hingga US$ 65.635. Ia memandang pola ‘bear wedge’ nan biasanya menandakan tren turun.

“Jangan salahkan saya. Saya hanya menyampaikan apa nan ditunjukkan oleh grafik,” tulisnya di platform X.

Baca Juga: Hash Ribbon Bitcoin Menunjukkan Positif, Apa Artinya?

Pendapat ini juga didukung oleh trader mata uang digital HTL-NL, nan menilai Bitcoin gaga menembus garis tren menurun jangka panjang. Menurutnya, ini memperkuat bahwa nilai Bitcoin bakal kembali ke level terendah sebelumnya.

Namun, tidak semua analis bersikap pesimis. Cole Garner, seorang trader kripto, memandang sinyal positif dari pasar margin di Bitfinex. Menurutnya, rasio posisi long terhadap short menunjukkan pola historis nan sering kali diikuti oleh kenaikan nilai lebih dari 50 persen dalam waktu 50 hari.

Menurutnya, whale sekarang sedang bergerak liar sekarang, merujuk pada penanammodal besar nan mulai aktif membeli.

Meski nilai Bitcoin tengah melemah, ada berita baik dari sisi regulasi. Kepala urusan AI dan Kripto di Gedung Putih, David Sacks, memuji langkah FDIC (lembaga penjamin simpanan AS) dan Ketua Sementara Travis Hill, nan baru-baru memberikan pedoman jelas bagi bank untuk bisa terlihat dalam aktivitas kripto.

Pada 28 Maret, FDIC menyampaikan bahwa bank di bawah pengawasannya boleh menawarkan produk dan jasa mengenai mata uang digital tanpa perlu meminta izin terlebih dulu. Ini menjadi sinyal positif bagi masa depan mengambil aset digital oleh lembaga keuangan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian