Novogratz: Ancaman Terbesar Bitcoin Bukan Quantum, tapi Konflik Internal Pengembang

Sedang Trending 13 jam yang lalu

– CEO Galaxy Digital, Mike Novogratz menilai ancaman quantum computing terhadap Bitcoin kerap dibesar-besarkan sebagai ‘narasi jualan’ di tengah pasar nan sedang melemah. Ia mengatakan organisasi developer Bitcoin diyakininya bakal bisa melakukan peningkatan teknologi nan membikin jaringan lebih tahan terhadap quantum, sebelum resiko itu betul-betul menjadi masalah nyata.

Dalam paparan pada earnings call kuartal IV 2025, Novogratz menjelaskan bahwa penjelasan nan dia terima dari para mahir di sekitar developer inti Bitcoin adalah sederhana, seiring bumi mendekati era quantum nan lebih matang, Bitcoin juga bakal bergerak menuju pendekatan quantum-resisten, dan perubahan kode bakal dilakukan ‘tepat waktu’ untuk menjaga keamanan jaringan.

Meski begitu, Novogratz justru menilai resiko nan lebih serius bukan datang dari luar, melainkan dari dalam. Menurutnya, ancaman terbesar bagi Bitcoin adalah jika terjadi perpecahan alias bentrok berkepanjangan di antara developer sehingga kesepakatan upgrade susah tercapai. Namun, dia menambahkan bahwa dia tidak memandang skenario itu bakal terjadi.

“Saya kira dalam long run, quantum tidak bakal jadi rumor besar untuk kripto. Quantum kemungkinan menjadi persoalan besar bagi bumi secara luas, tetapi Bitcoin, khususnya dinilai punya kapabilitas untuk beradaptasi,” ungkap Novogratz.

Baca Juga: Investor Harus Hati-Hati, Ini Tanda Bahaya Menyoal Emas, Bitcoin dan Pasar Global

Komentar tersebut dia sampaikan saat menyinggung pelemahan pasar terbaru. Bitcoin turun ke level turun ke level terendah sejak kemenangan pemilu Donald Trump, dan diperdagangkan di atas US$ 76.000, turun sekitar 3 persen dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko.

Novogratz menilai tekanan jual saat ini lebih banyak dipicu oleh pasokan dari pengedaran pemegang jangka panjang, bukan runtuhnya kepercayaan pasar. Ia mengakui penurunan lanjutan tetap mungkin terjadi, tetapi instingnya menyebut pasar lebih dekat ke titik rendah siklus daripada awal ‘crypto winter’ panjang berikutnya.

“Selain itu, perlu diingat juga legislasi struktur pasar mata uang digital di Amerika sebagai katalis potensial. Aturan nan lebih jelas dapat membuka jalur permintaan baru melalui Wall Street, sekaligus memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset makro nan didukung penanammodal ritel dan institusional,” pungkas Novogratz.

Di sisi keahlian perusahaan, Galaxy Digital melaporkan rugi bersih GAAP US$ 241 juta untuk tahun penuh 2025. Namun segmen aset digital perusahaan mencatat adjusted gross keuntungan US$ 505 juta, naik 67 persen dibanding tahun sebelumnya.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian