– Harga Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan setelah reli sekitar 33 persen dari level bawah di bawah US$ 1.800. Namun sejumlah parameter teknikal dan info on-chain justru mengindikasikan bahwa reli besar Ethereum kemungkinan baru saja dimulai.
Beberapa analis apalagi mulai membuka kesempatan ETH bergerak menuju area US$ 6.000 jika pola historis kembali terulang.

Analis CryptoJack menyoroti bahwa ETH saat ini memantul dari ascending trendline jangka panjang nan sebelumnya selalu menjadi area bottom makro Ethereum.
Dalam dua kejadian sebelumnya, pola serupa memicu reli besar:
- Tahun 2022: ETH melonjak sekitar 130 persen
- Tahun 2025: ETH naik hingga 260 persen
Kini, Ethereum kembali berada di area support nan sama.
Selain itu, parameter MACD mingguan juga baru saja mencetak bullish crossover, sinyal nan sebelumnya sering menjadi awal kenaikan besar ETH.
Analis Ash Crypto menyebut dua crossover MACD terakhir memicu kenaikan 183 persen dan 75 persen.
Sementara itu, RSI mingguan mulai bangkit dari area oversold, nan sebelumnya juga menjadi penanda fase bottom Ethereum.
Jika pola historis betul-betul berulang, ETH diperkirakan mempunyai potensi kenaikan menuju area US$ 3.000 hingga US$ 6.300.
Supply Shock Ethereum Mulai Terlihat
Selain aspek teknikal, info on-chain Ethereum juga mulai menunjukkan tanda supply squeeze alias penyempitan suplai di market.
Menurut info CryptoQuant, jumlah wallet nan terus mengakumulasi ETH sekarang telah melampaui jumlah wallet nan mengirim ETH ke exchange untuk dijual.
Baca Juga: Anak Donald Trump Turun Tangan dalam Konflik Justin Sun vs WLFI
Alamat akumulasi harian tercatat mencapai 2.434, sementara alamat deposit ke exchange turun ke sekitar 2.300.
Kondisi ini menunjukkan pemain besar mulai aktif membeli ETH dibanding menjualnya.
Analis CryptoQuant, GugaOnChain, menyebut situasi tersebut sangat positif lantaran tekanan jual mulai menurun drastis sementara akumulasi meningkat.
Selain itu, info Glassnode menunjukkan exchange outflow ETH melonjak besar sejak awal April. Banyak penanammodal memindahkan ETH ke cold wallet alias produk investasi, nan biasanya mengurangi suplai siap jual di pasar.
Permintaan Institusi Mulai Bangkit Lagi
Permintaan Ethereum dari penanammodal lembaga juga mulai meningkat signifikan.
Coinbase Premium Index ETH kembali berubah positif dan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025. Indikator ini sering digunakan untuk mengukur minat penanammodal lembaga Amerika Serikat terhadap Ethereum.
Tak hanya itu, spot Ethereum ETF di AS juga mencatat inflow selama 10 hari berturut-turut dengan total sekitar US$ 590 juta.
Ini menjadi arus masuk ETF ETH terpanjang sejak akhir 2024, periode nan sebelumnya bertepatan dengan reli 95 persen Ethereum.
Perusahaan Bitmine Immersion Technologies, pemegang ETH publik terbesar di dunia, juga dilaporkan baru membeli tambahan lebih dari 101 ribu ETH minggu lalu.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·