– Laksamana Samuel Paparo mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat saat ini menjalankan node Bitcoin dan telah melakukan beragam pengetesan eksperimental di jaringan tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang House Armed Service Committee dan langsung memicu perhatian organisasi kripto.
Menurut Paparo, militer Amerika tidak menggunakan node tersebut untuk menambang Bitcoin. Sebaliknya, jaringan Bitcoin dimanfaatkan sebagai bagian dari penelitian keamanan siber dan pengetesan operasional untuk melindungi sistem berbasis protokol Bitcoin.

Pengakuan ini muncul di tengah dorongan Amerika Serikat membangun Strategic Bitcoin Reserve, sebuah agenda nan juga sejalan dengan visi Donald Trump menjadikan AS sebagai pusat mata uang digital dunia.
Dalam sidang tersebut, Paparo menegaskan bahwa kesukaan militer terhadap Bitcoin bukan semata soal aset finansial, melainkan lantaran teknologi di baliknya.
Ia menyebut sistem proof-of-work (PoW) Bitcoin dapat dimanfaatkan sebagai perangkat tambahan untuk mengamankan jaringan dan memperkuat sistem pertahanan siber nasional.
Menurutnya, teknologi Bitcoin mempunyai implikasi langsung terhadap proyeksi kekuatan dan keamanan nasional Amerika Serikat.
Paparo apalagi menilai Bitcoin bisa membantu memperkuat kekuasaan dolar AS dalam era digital, terutama jika Amerika bisa memimpin perkembangan aset digital secara global.
Baca Juga: Kaspersky Bongkar Modus Baru Pencurian Kripto di iPhone
Komentar Paparo langsung mendapat respon dari CEO Satoshi Action Fund, Dennis Porter. Ia menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin mulai dipandang sebagai perangkat deterrence alias pencegah ancaman siber.
Porter menjelaskan bahwa akses terhadap jaringan Bitcoin memerlukan kepemilikan BTC itu sendiri. Karena itu, menurutnya, kepemilikan Bitcoin oleh negara menjadi bagian krusial dari strategi keamanan digital.
Ia juga mengaitkan perihal tersebut dengan dorongan produksi perangkat mining Bitcoin di dalam negeri lewat proposal “Mined in America Act”.
Menurut Porter, Amerika Serikat tidak bakal bisa memenangkan ‘hash race’ jika seluruh perangkat mining tetap berjuntai pada China.
Pernyataan militer AS ini memperlihatkan gimana Bitcoin sekarang semakin masuk ke ranah geopolitik dan pertahanan negara, bukan lagi sekadar instrumen investasi.
Di tengah persaingan teknologi dunia antara AS dan China, jaringan Bitcoin mulai dilihat sebagai prasarana strategis nan dapat dimanfaatkan untuk keamanan siber, ketahanan digital, hingga pengaruh ekonomi global.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·