Resto Fast Food Ini Alami Lonjakan Penjualan Pasca Terima Pembayaran via Bitcoin

Sedang Trending 18 jam yang lalu

– Salah satu restoran makanan sigap saji alias fast food berjulukan Steak ‘n Shake menyebut penjualannya naik tajam sejak mulai menerima pembayaran Bitcoin sembilan bulan lalu. Perusahaan tersebut mengatakan keputusan menerima Bitcoin ‘terbukti membuahkan hasil’ sejak program itu dimulai pada Mei 2025, dan sekarang mereka menyimpan sekitar US$ 15 juta dalam corak Bitcoin nan mereka sebut sebagai Strategic Bitcoin Reserves.

Dalam pernyataan nan dirilis untuk menandai sembilan bulan program tersebut, Steak ‘n Shake mengatakan same-store sales mereka ‘meningkat drastis’ sejak pembayaran mata uang digital dibuka. Restoran burger nan mempunyai ratusan gerai di Amerika Serikat dan juga datang di beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, Italia, Portugal dan Monaco ini menambahkan, mereka sempat memangkas nyaris separuh biaya transaksi hanya dalam dua minggu pertama, dibanding biaya pemrosesan kartu angsuran nan biasanya menyantap margin upaya restoran.

Cadangan Bitcoin dan “Loop” Operasional

Pada akhir Oktober 2025, Steak ‘n Shake mengumumkan telah menjadi jaringan restoran besar Amerika pertama nan membentuk persediaan Bitcoin khusus, dan menyebut saat itu terjadi kenaikan sekitar 15 persen pada penjualan gerai nan sudah beroperasi, ditopang pengguna nan ramah kripto.

Pembayaran dilakukan lewat Lightning Network, nan memungkinkan transaksi lebih sigap dan murah. Peluncuran ini juga sempat mendapat support publik dari Jack Dorsey.

Perusahaan menyatakan seluruh pembayaran Bitcoin dari pengguna dialirkan langsung ke persediaan tersebut, lampau digunakan untuk bayar bingkisan tenaga kerja dalam corak Bitcoin. Steak ‘n Shake menggambarkan model ini sebagai upaya operasional nan ‘terdesentralisasi’ dan ‘menghasilkan kas’.

Baca Juga: Chainalysis: Transaksi Kripto Terkait Eksploitasi Manusia Capai Ratusan Juta Dolar pada 2025

Cadangan itu juga terus ditambah. Setelah posisi awal US$ 10 juta, Steak ‘n Shake menyebut membeli Bitcoin tambahan sebesar US$ 10 juta pada 16 Januari dan US$ 5 juta pada 27 Januari, sehingga total kepemilikannya disebut sekitar 168,6 BTC.

Di sisi pemasaran, perusahaan menjalankan promosi seperti “Bitcoin Burger” dan kampanye nan memberi pengguna sejumlah mini BTC saat membeli item tertentu. Mereka juga menyebut setiap “Bitcoin Meal” nan terjual disertai bantuan 210 satoshi untuk mendukung pengembangan open-source Bitcoin.

Bonus Karyawan Picu Pro-Kontra

Namun, program bingkisan tenaga kerja tidak sepenuhnya diterima positif. Pada akhir Januari, Steak ‘n Shake mengumumkan bingkisan Bitcoin untuk pekerja per jam di gerai milik perusahaan senilai 21 sen per jam mulai 1 Maret. Kebijakan ini memicu keluhan lantaran biaya disebut tidak bisa dicairkan selama dua tahun, dan pekerja di gerai franchise tidak mendapat akomodasi serupa.

Pemilik Steak ‘n Shake, Biglari Holdings belum menegaskan apakah Bitcoin bakal menjadi bagian dari strategi kas perusahaan secara menyeluruh, sehingga dorongan mata uang digital ini dinilai lebih sebagai strategi brand Steak ‘n Shake daripada rencana korporat grup secara umum.

Kendati demikian, Steak ‘n Shake juga berencana membuka gerai di El-Salvador, negara nan mengakui Bitcoin sebagai perangkat pembayaran sah. Perusahaan menghadiri aktivitas Bitcoin di San Salvador pada November lampau dan mengumumkan rencana ekspansi tak lama setelahnya.

Mereka sempat menanyakan kepada pengguna apakah sebaiknya menerima Ethereum, namun survei itu ditarik sigap setelah menuai reaksi keras.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian