Chainalysis: Transaksi Kripto Terkait Eksploitasi Manusia Capai Ratusan Juta Dolar pada 2025

Sedang Trending 17 jam yang lalu

– Di tengah sorotan dunia terhadap rilis dan penelaahan arsip nan kembali memantik perbincangan soal jaringan eksploitasi, termasuk gimana duit bergerak di kembali kejahatan ini. Sebuah laporan baru dari Chainlysis menambahkan gambaran nan mengkhawatirkan dari sisi finansial.

Chainlysis menyebut volume transaksi mata uang digital ke jasa nan diduga mengenai perdagangan manusia meningkat tajam sepanjang 2025, dengan nilai mencapai ratusan juta dolar dan naik 85 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun perusahaan itu menekankan bahwa angka-angka tersebut hanya mengukur pergerakan dana, sementara biaya nan sesungguhnya ditanggung para korban, bukan neraca transaksi.

Menurut laporan tersebut, lonjakan aktivitas ini terjadi berbarengan dengan berkembangnya ekosistem pidana lintas negara, termasuk kompleks penipuan (scam compounds) di Asia Tenggara, operasi pertaruhan online, serta jaringan pencucian duit dan agunan berkata Mandarin nan disebut beraksi cukup terbuka di platform seperti Telegram.

Rantai aktivitas ini, kata Chainlysis, membentuk ekosistem nan saling terhubung dan mempunyai jangkauan global.

Salah satu poin nan diangkat adalah perbedaan antara sistem berbasis tunai dan blockchain. Jika duit tunai kerap susah ditelusuri, transaksi di blockchain meninggalkan jejak nan bisa dianalisis. Chainlysis menilai transparansi ini memberi kesempatan bagi penegak norma dan penyelidik untuk melacak pola aliran dana, mengidentifikasi simpul-simpul jaringan, dan mengganggu operasi nan sebelumnya lebih mudah bersembunyi.

Dalam pemetaan mereka, Chainalysis mengelompokkan empat kategori utama jasa nan diduga memfasilitasi pemanfaatan melalui kripto, ialah jasa “escort internasional” berbasis Telegram nan dicurigai mengenai perdagangan orang. Selain itu, pemasok “penyalur kerja” nan dikaitkan dengan penculikan dan kerja paksa dalam operasi penipuan.

Ada juga jaringan prostitusi. serta penjual materi pemanfaatan seksual anak (CSAM). Chainalysis mencatat pola pembayaran berbeda-beda antar kategori, termasuk perbedaan aset mata uang digital nan lebih sering digunakan, nan pada akhirnya membentuk jejak transaksi unik dan bisa membantu proses deteksi.

Baca Juga: Media Sosial X Bakal Hadirkan Fitur Trading Saham dan Kripto? Cek di Sini

Laporan itu juga menggambarkan bahwa sebagian operasi terlihat semakin lihai dalam skala dan langkah bertransaksi. Pada jasa ‘escort international’ nan dicurigai mengenai perdagangan orang, misalnya, Chanlysis menilai pola nominal transaksi menunjukkan indikasi organisasi nan terstruktur.

Sementara itu, jaringan prostitusi disebut condong beraksi pada kisaran transaksi tertentu dan menampilkan pola penetapan nilai nan relatif konsisten.

Untuk kategori CSAM, Chainlysis menggambarkan struktur ekonomi nan berbeda, ialah transaksi berbobot mini lebih dominan dan ada indikasi pergeseran ke model ‘berlangganan’ nan membikin arus pendapatan lebih stabil dan terprediksi.

Laporan tersebut juga menyinggung adanya upaya menyamarkan asal-usul biaya dengan memanfaatkan beragam perantara dan metode obfuscation, tanpa mengubah konklusi utama bahwa jejak transaksi tetap dapat dianalisis dan menjadi titik masuk penyelidikan.

Chainalysis turut menyebut bahwa sebagian jasa nan dicurigai memanfaatkan prasarana berbasis AS untuk skala dan legitimasi, sementara operatornya kerap berada di luar negeri untuk mengurangi akibat paparan langsung. Dalam satu temuan, sebuah situs CSAM nan teridentifikasi pada 2025 disebut menggunakan ribuan alamat mata uang digital dan mengumpulkan ratusan ribu dolar sejak 2022.

Meski demikian, Chainlysis menekankan bahwa konsentrasi akhir bukan pada teknologi semata, melainkan pada korban. Angka transaksi ini bisa membantu mengukur aktivitas, tetapi pencegahan, penindakan dan perlindungan korban tetap menjadi inti dari respon terhadap kejahatan ini.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian