Pemulihan Bitcoin ke US$70.000 Belum Pulihkan Kepercayaan Derivatif

Sedang Trending 18 jam yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali menguji level US$ 70.000 pada Rabu setelah memantul dari titik terendah Selasa di US$ 62.500. Pemulihan ini ditopang arus masuk biaya ke ETF Bitcoin spot nan membantu menenangkan sentimen pasar.

Namun, pergerakan tersebut belum cukup untuk memulihkan kepercayaan di pasar derivatif, di mana trader tetap menilai ada faktor-faktor mendasar nan menahan kesempatan reli berkepanjangan menuju US$ 75.000.

Produk ETF Bitcoin nan terdaftar di Amerika mencatat US$ 764 juta net inflow dalam dua hari, menutup sebagian arus keluar sekitar US$ 1,2 miliar nan terjadi selama delapan hari bursa sebelumnya. Pola arus biaya semacam ini sering dikaitkan dengan aktivitas institusional dan menunjukkan adanya permintaan nan muncul ketika nilai turun, khususnya saat Bitcoin jatuh di bawah US$ 65.000. Meski demikian, minat untuk mengambil posisi long berleverage di pasar futures justru melemah.

Indikator kunci nan sering dipakai untuk mengukur selera resiko pada futures adalah annualized premium (basis) terhadap pasar spot. Pada Kamis, premium tahunan Bitcoin futures tercatat hanya sekitar 2 persen, jauh di bawah periode netral 5 persen nan biasanya mencerminkan minat long nan sehat.

Lemahnya, pedoman ini menunjukkan trader belum mau bayar ‘harga leverage’ untuk bertaruh pada kenaikan nan lebih jauh. Kondisi ini disebut bersambung sejak 31 Januari, ketika Bitcoin kehilangan support US$ 85.000 setelah memperkuat lebih dari sembilan bulan.

Di pasar opsi, sinyal kehati-hatian terlihat lebih jelas. Put options (perlindungan penurunan) diperdagangkan dengan premi sekitar 14 persen dibanding call pada Kamis, sebuah skew nan berada di luar area netral normal -6 persen hingga +6 persen.

Meski metrik ini membaik dari level 28 persen nan mencerminkan ‘panic’ pada Selasa, pemulihan nilai ke US$ 70.000 belum cukup untuk mengubah sikap pelaku ahli nan tampak lebih konsentrasi melindungi resiko downside daripada mengejar upside.

Perdebatan pasar kemudian bergeser dari ‘apakah ETF menopang harga’ menjadi ‘apa nan menahan reli’. Seiring Bitcoin turun sekitar 32 persen dalam tujuh pekan, muncul beragam teori nan belum terbukti, mulai dari dugaan adanya entitas tertentu nan memengaruhi pasar hingga aspek struktural nan memicu distribusi.

Baca Juga: Berapa Nilai 500 Juta SHIB Jika “Hapus Satu Nol” ke US$ 0,00001?

Salah satu narasi nan kembali diangkat adalah bagian guncangan besar 10 Oktober 2025 nan menghapus sekitar US$ 19 miliar posisi leverage di sektor kripto, bertepatan dengan memanasnya rumor tarif Amerika-Cina.

Setelah kejadian itu, Binance dilaporkan bayar kompensasi kepada pengguna akibat likuidasi nan dikaitkan dengan rumor teknis seperti error oracle dan latency, sementara mantan CEO Binance Changpeng ‘CZ’ Zhao membantah tudingan bahwa bursa sengaja memicu crash.

Narasi lain nan ikut menekan sentimen adalah kekhawatiran tentang quantum computing, terutama setelah langkah strategis Jefferies Christopher Wood nan menghapus Bitcoin dari portofolio model ‘Greed and Fear’ pada Januari, dengan argumen resiko keamanan jangka panjang. Di sisi pengembangan, muncul dorongan menuju kriptografi pasca-kuantum, termasuk draft proposal BIP-360.

Belakangan, nama perusahaan perdagangan kuantitatif Jane Street juga ikut terseret ke obrolan pasar setelah adanya gugatan dari pengurus Terraform Labs mengenai dugaan transaksi nan mempercepat runtuhnya Terra Luna pada Mei 2022.

Filing 13-F Jane Street mengungkap eksposur pada iShares Bitcoin Trust (BlackRock) dan saham perusahaan penambang Bitcoin, tetapi Julio Moreno dari CryptoQuant menilai aktivitas semacam itu lazim dalam strategi delta-neutral, sehingga tidak otomatis menjadi bukti adanya tekanan jual arah tertentu.

Pada akhirnya, penjelasan nan lebih sederhana juga ikut menguat, ialah pasar dunia sedang dalam fase risk-off. Turunnya saham Nvidia sekitar 5 persen pada Kamis meski laporan kinerjanya kuat dipandang sebagai sinyal bahwa penanammodal semakin menghindari resiko, kondisi nan sering membikin aset seperti Bitcoin susah merebut kembali level resisten besar seperti US$ 75.000.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian