– Analis mata uang digital Benjamin Cowen memperingatkan bahwa penurunan pasar mata uang digital sejak awal 2025 bukan sekedar soal harga, tetapi lebih dalam dari itu, ialah hilangnya kepercayaan terhadap lembaga dan market itu sendiri.
Dalam unggahannya di X, Cowen mengatakan penurunan Bitcoin (BTC) dari US$ 109.000 ke kisaran US$ 75.000 saat ini bertepatan dengan perubahan besar di sektor izin dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Menurut Cowen, keluarnya Gary Gensler dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika justru menjadi titik kembali negatif bagi pasar kripto.
Ia menilai banyak pelaku pasar merayakan kepergian Gensler lantaran dianggap terlalu keras terhadap industri kripto. Namun setelah itu, market malah dipenuhi proyek koin meme, rug pull, dan influencer nan meluncurkan token tanpa akibat norma nan jelas.
Akibatnya, likuiditas nan semestinya masuk ke proyek dengan utilitas nyata justru tersedot ke aset spekulatif.
Cowen menyebut Bitcoin memang sempat naik tipis setelah Gensler hengkang, namun reli besar nan diharapkan penanammodal akhirnya tidak pernah betul-betul terjadi.
Cowen kemudian membandingkan situasi itu dengan kondisi The Fed saat ini.
Jerome Powell baru saja memimpin rapat terakhirnya sebagai Ketua The Fed setelah bank sentral Amerika kembali mempertahankan suku kembang di kisaran 3,50 – 3,75 persen untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Kevin Warsh, sosok nan didukung Donald Trump, diperkirakan bakal menggantikan Powell dan dianggap lebih dovish alias lebih terbuka terhadap pemangkasan suku bunga.
Baca Juga: Negara Ini Sudah Lepas Ribuan Bitcoin Sejak 2024
Namun, Cowen mengingatkan bahwa pasar mungkin terlalu sigap menganggap pergantian tersebut sebagai berita bullish.
“Jika The Fed berubah menjadi bagian dari kabinet pemerintah, kepercayaan terhadap lembaga itu sendiri bisa hilang,” tulis Cowen.
Menurutnya, pasar justru lebih sehat jika The Fed tetap terlihat independen, meskipun keputusan mereka tidak selalu menyenangkan investor.
Komentator mata uang digital asal Turki, Cihan0x.ETH, ikut menambahkan bahwa ekspektasi pemangkasan suku kembang sekarang terus mundur.
Jika sebelumnya market berambisi pemotongan suku kembang mulai terjadi pada 2026, sekarang sebagian analis memperkirakan baru bakal terjadi pada 2027.
Salah satu penyebab utamanya adalah inflasi daya akibat konflik Iran nan terus mendorong nilai dunia tetap tinggi.
The Fed sendiri dalam pernyataannya mengakui bahwa kenaikan nilai daya dunia menjadi salah satu aspek nan mempersulit penurunan inflasi.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
12 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·