Hash Ribbon Bitcoin Menunjukkan Positif, Apa Artinya?

Sedang Trending 5 hari yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah parameter on-chain Hash Ribbon memunculkan sinyal beli nan dianggap kuat oleh banyak pelaku pasar. Meski begitu, para analis belum satu bunyi soal ke mana arah nilai selanjutnya.

Hash Ribbon adalah perangkat kajian nan dibuat Charles Edwards, nan bermaksud mendeteksi kapan penambang Bitcoin bakal mengalami tekanan (kapitulasi) dan kapan mereka mulai pulih.

Melansir dari newsbtc.com, parameter ini bekerja dengan membandingkan rata-rata hash rate 30 hari dan 60 hari. Ketika garis 30 hari naik melewati garis 60 hari, itu dianggap sebagai sinyal bahwa tekanan dari para penambang sudah mulai bereda, dan ini biasanya jadi tanda positif bagi harga.

Sinyal beli terbaru ini langsung ramai di telaah di media sosial X. Akun terkenal Bitcoin Archive menyebutnya sebagai salah satu parameter paling andal, dan menambahkan bahwa dalam 7 kali sinyal terakhir, semuanya diikuti oleh kenaikan nilai Bitcoin. Charles Edwards sendiri ikut membagikan ulang postingan tersebut, nan dianggap sebagai corak support terhadap kajian itu.

Beberapa pengguna lain juga menyoroti bahwa sinyal Hash Ribbon ini hanya muncul 20 kali dalam sejarah Bitcoin. Dari jumlah itu, 85 persen di antaranya terbukti menjadi titik terendah sebelum nilai mulai naik. Artinya, ada kemungkinan besar nilai tidak bakal turun lagi lebih dalam dari level saat ini.

Namun, tidak semua orang seoptimis itu.

Baca Juga: Berapa Bitcoin nan Anda Perlukan Untuk Pensiun di Amerika?

Jamie Coutts, analis utama di Real Vision, menyarankan agar penanammodal tetap berhati-hati. Ia mengatakan bahwa meskipun Hash Ribbon menunjukkan sinyal positif, aktivitas on-chain secara keseluruhan tetap lemah.

Menurutnya, beberapa parameter lain nan punya hubungan kuat dengan pergerakan nilai ke depan memang mulai menunjukkan tanda-tanda positif, tapi gambaran besarnya belum sepenuhnya menguat.

Sementara itu, analis teknikal Tony Severino justru berpandangan sebaliknya. Ia nan sebelumnya optimis, sekarang mengubah sikap menjadi bearish. Menurut Severino, info nilai dan parameter saat ini tidak menunjukkan kekuatan nan sama seperti siklus-siklus bull market sebelumnya.

Ia memperingatkan bahwa berambisi Bitcoin bakal selalu mengulang pola masa lampau bisa menyesatkan.

“Harga memang naik, tapi parameter teknikal seperti RSI dan MACD justru tidak ikut naik. Ini tanda pasar mulai kelelahan, kondisi saat ini justru menunjukkan sinyal waspada,” ungkap Severino.

Perlu dicatat juga, meskipun Hash Ribbon memberi sinyal beli, banyak parameter on-chain dan teknikal lainnya belum mencapai puncak seperti nan pernah terlihat di masa lalu. Bahkan setelah Bitcoin sempat menyentuh nyaris US$ 110.000 pada Januari lalu, belum ada konfirmasi kuat bahwa pasar sedang dalam fase bullish penuh.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian