Harga XRP Terancam Anjlok ke US$ 1, Ini Alasannya

Sedang Trending 1 hari yang lalu

– Harga XRP berpotensi mengalami penurunan lebih dalam sebelum kembali naik. Hal ini disampaikan oleh salah satu analis mata uang digital X dengan nama akun Chart Nerd. Ia memperkirakan bahwa altcoin tersebut bisa turun hingga sekitar US$ 1 sebagai bagian dari proses pengambilan likuiditas.

Prediksi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan pada pasar mata uang digital serta arus keluar pertama dari ETF XRP dalam lebih dari satu bulan terakhir.

Dalam sebuah unggahan, Chart Nerd menjelaskan bahwa peta likuiditas saat ini menunjukkan dua area krusial bagi pergerakan XRP.

Menurutnya, terdapat tumpukan likuiditas di area US$ 1 hingga US$ 1,20, sementara area lain berada di sekitar US$ 1,80.

Berdasarkan kondisi tersebut, dia menilai tidak mengejutkan jika nilai XRP terlebih dulu turun menuju kisaran US$ 1,20 hingga US$ 1 untuk mengambil likuiditas sebelum akhirnya memantul naik.

Namun, analis tersebut juga membuka kemungkinan skenario lain. Dalam skenario alternatif, nilai XRP bisa saja naik terlebih dulu menuju US$ 1,80 sebelum akhirnya turun kembali untuk menguji area bawah di sekitar US$ 1.

Meski begitu, Chart Nerd menilai bahwa skenario nan paling mungkin terjadi dalam bulan Maret adalah pengetesan kembali area bawah terlebih dahulu.

Ketegangan Geopolitik Tekan Pasar Kripto

Saat ini, XRP juga menghadapi tekanan tambahan dari kondisi makro global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong nilai minyak naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan nilai daya tersebut memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat meningkat kembali, nan pada akhirnya bisa membikin Federal Reserve mempertahankan suku kembang tinggi lebih lama.

Kebijakan suku kembang tinggi biasanya berakibat negatif pada aset berisiko seperti kripto, lantaran penanammodal condong beranjak ke instrumen nan lebih aman.

Baca Juga: Binance Diselidiki Senat AS Soal Iran, Ini Tanggapan Resminya

Kendati demikian, terdapat beberapa sinyal positif bagi XRP. Data on-chain menunjukkan bahwa parameter XRP Whale Flow 30-DMA, nan mengukur aktivitas whale selama 30 hari terakhir, sekarang kembali berubah menjadi positif setelah lebih dari tiga bulan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa penanammodal besar mulai kembali melakukan akumulasi, nan berpotensi memicu pemulihan nilai jika tren pembelian terus berlanjut.

ETF XRP Catat Outflow Mingguan Pertama dalam Sebulan

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF XRP mencatat arus keluar bersih mingguan lebih dari US$ 4 juta, nan merupakan outflow pertama sejak 30 Januari.

Menariknya, ETF tersebut sempat mencatat arus masuk pada tiga hari pertama perdagangan minggu ini, sebelum akhirnya mengalami outflow pada 5 dan 6 Maret.

Pada hari terakhir perdagangan tersebut, ETF XRP apalagi mencatat arus keluar sebesar US$ 16,62 juta, nan menjadi nan terbesar sejak 29 Januari.

Outflow ini terjadi ketika nilai XRP turun di bawah US$ 1,40, sejalan dengan penurunan Bitcoin nan juga sempat jatuh di bawah US$ 70.000.

Penurunan Bitcoin sendiri terjadi ketika nilai minyak melonjak di atas US$ 90 per barel, nan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian