– Bitcoin (BTC) kembali berupaya membangun momentum menuju level psikologis US$ 100.000, namun menurut sejumlah analis, perjalanan menuju reli besar berikutnya kemungkinan tidak bakal berjalan mulus. Salah satu expert di bagian mata uang digital nan dikenal dengan julukan ‘TradingShot’, memperkirakan bahwa Bitcoin tetap beresiko mengalami koreksi signifikan sebelum akhirnya mencetak rekor nilai baru di kisaran US$ 180.000.
Berdasarkan hasil riset pergerakan nan dia lakukan, TradingShot menyampaikan bahwa Bitcoin telah memasuki fase bear cycle baru setelah mencetak all-time high pada Oktober lalu. Mengacu pada diagram mingguan nan dibagikan melalui TradingView, dia menyoroti pola konsolidasi nilai Bitcoin nan saat ini bergerak di antara moving average 50-minggu dan 100-minggu.

Struktur tersebut, menurut TradingShot, bukanlah suatu perihal nan baru. Dalam siklus-siklus sebelumnya, pola serupa kerap muncul setelah penurunan awal dari MA 50-minggu dan biasanya menjadi pendahulu fase koreksi lanjutan sebelum pasar menemukan bottom nan lebih kokoh. Dengan kata lain, konsolidasi saat ini bisa menjadi jarak sementara sebelum tekanan jual kembali meningkat.
Analis tersebut juga mencatat bahwa titik terendah pada siklus bear sebelumnya condong bertepatan dengan level support mingguan jangka sangat panjang. Pada siklus terakhir, Bitcoin membentuk dasar di sekitar MA 350-minggu, sementara dua siklus sebelumnya berhujung di dekat MA 300-minggu.
Jika pola historis ini kembali terulang, area support jangka panjang tersebut sekarang mengarah pada kemungkinan penunurunan nilai ke kisaran US$ 45.000 hingga US$ 50.000, nan diperkirakan dapat terjadi menjelang September.
Baca Juga: Ethereum Berada di Persimpangan antara Breakout dan Stagnasi
Meski prospek jangka menengah terlihat menantang, TradingShot tetap mempertahankan pandangan bullish untuk horizon nan lebih panjang. Target ambisius US$ 180.000 didasarkan pada kurva pertumbuhan parabola Bitcoin serta pola Fibonacci extensions nan semakin mengecil pada tiap puncak bull market berturut-turut.
Dalam kerangka tersebut, level 1.382 Fibonacci extensions dinilai sebagai kandidat paling masuk logika untuk puncak siklus berikutnya. Berdasarkan proyeksi waktu historis, TradingShot memperkirakan Bitcoin berpotensi mencapai level tersebut pada awal Febuari 2027, setelah fase bear saat ini sepenuhnya terlewati dan reli multi-tahunan kembali terbentuk. Dari nilai saat laporan ini disusun di sekitar US$ 92.084, sasaran tersebut mencerminkan potensi kenaikan nyaris 95 persen.
Untuk jangka pendek, meski bias analis condong berhati-hati, Bitcoin dinilai menunjukkan ketahanan setelah sukses merebut kembali area US$ 90.000 sebagai support. Upaya membangun fondasi di atas level tersebut menjadi kunci untuk menjaga kesempatan reli lanjutan, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
Sentimen pasar mata uang digital secara umum juga mendapat dorongan dari perkembangan geopolitik global, termasuk ketegangan nan melibatkan Amerika Serikat dan Venezuela menyusul penangkapan dan proses norma terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·