Bitcoin Menguat Bertahap, Zona Ini Jadi Penentu

Sedang Trending 1 hari yang lalu

– Bitcoin (BTC) kembali mendekati area teknikal krusial setelah mempertahankan tren naik berjenjang dalam beberapa pekan terakhir. Harga BTC diperdagangkan di kisaran US$ 93.970, naik nyaris 3 persen dalam 24 jam, dan sekarang berada tepat di bawah area resisten krusial di kisaran US$ 94.000.

Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi permintaan institusional nan stabil, arus masuk ETF nan konsisten, serta dorongan jangka pendek dari likuidasi posisi short. Bersama-sama, aspek tersebut membantu Bitcoin memperkuat di atas US$ 90.000, membentuk rangkaian higher lows nan menjadi fondasi bagi pandangan bullish nan lebih terukur.

Analis mata uang digital Ted mencatat bahwa penutupan harian di atas US$ 94.000 bakal meningkatkan kesempatan Bitcoin bergerak menuju US$ 100.000. Namun, dia juga memperingatkan bahwa kegagalan menembus level tersebut beresiko memicu penurunan kembali ke area support di kisaran US$ 90.000, nan sekarang menjadi penopang utama struktur nilai jangka pendek.

Secara historis, fase konsolidasi semacam ini, terutama ketika dipicu oleh arus ETF alias short squeeze di bursa, sering kali mendahului reli nan berjalan beberapa pekan. Meski begitu, lonjakan nan semata-mata dipicu penutupan posisi short kerap berumur pendek. Karena itu, pelaku pasar dituntut untuk membedakan antara permintaan struktural dan arus reflektif nan berkarakter sementara.

Perhatian juga tertuju pada pergerakan biaya di Binance. Data dari Arkham Intelligence menunjukkan adanya beberapa transfer BTC berbobot besar ke hot wallet Binance, termasuk transaksi sebesar 119 BTC dan 232 BTC. Arus ini dinilai lebih mencerminkan aktivitas mengenai likuidasi daripada pembelian diskresioner oleh bursa itu sendiri.

Baca Juga: Analis: Bitcoin Siap Bergerak 15 Persen dari Level Saat Ini

Meski arus semacam ini dapat mempercepat momentum naik dalam jangka pendek, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan akibat likuidasi sering kali diikuti volatilitas, bukan tren berkelanjutan. Dengan demikian, transaksi besar tersebut lebih tepat dibaca sebagai bagian dari dinamika pasar, bukan sinyal bullish nan berdiri sendiri.

Dari sisi teknikal, salah satu analis dengan nama samaran DeGRAM menyoroti bahwa BTC/USD baru saja menembus garis resisten menurun setelah periode konsolidasi berbentuk symmetrical triangle. Penembusan ini memperkuat momentum positif selama support naik tetap terjaga. Namun pengesahan penuh tetap berjuntai pada penutupan harian nan meyakinkan di atas US$ 94.000 disertai volume nan kuat.

Sebaliknya, penurunan dengan volume besar di bawah US$ 90.000 bakal melemahkan skenario bullish saat ini dan membuka ruang bagi fase konsolidasi nan lebih dalam. Oleh lantaran itu, level-level konfirmasi menjadi semakin krusial di tengah pasar nan tetap sensitif terhadap arus likuiditas dan aspek makro.

Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Bitcoin tetap bullish namun waspada, ditopang oleh arus ETF dan partisipasi institusional, serta struktur nilai nan membaik. Namun reli menuju US$ 100.000 tetap memerlukan konfirmasi teknikal nan jelas. Selama itu belum terjadi, potensi pullback tetap terbuka, terutama jika tekanan makro kembali membebani aset berisiko.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian