– Pasar mata uang digital sempat membuka 2026 dengan performa cukup solid mendadak berbalik tajam pada akhir pekan. Pada Minggu (18/1/2026) malam, kapitalisasi pasar aset digital disebut turun sekitar US$ 100 miliar hanya dalam sekitar 12 jam, sebelum mencoba memantul pada Senin (19/1/2026).
Sepanjang akhir pekan, nilai total pasar mata uang digital sebelumnya relatif stabil di kisaran US$ 3,2 triliun. Namun menjelang penutupan Minggu, kapitalisasi itu ambruk mendekati US$ 3,09 triliun, lampau pulih tipis ke kisaran US$ 3,1 triliun pada saat laporan ini disusun. Pola penurunan nan sigap ini tampak seragam di aset utama.

Bitcoin, nan sepanjang pekan sebelumnya berulang kali mencoba membangun momentum untuk merebut kembali level psikologis US$ 100.000, mendadak turun sekitar 3 persen dari area di atas US$ 95.000 dan diperdagangkan di sekitar US$ 92.762. Ethereum ikut melemah, terkoreksi sekitar 4,16 persen dari US$ 3.350 ke US$ 3.197 . XRP juga bergerak searah, turun sekitar 4 persen dari US$ 2,06 ke US$ 1,96. Timing dan besaran koreksi nan nyaris serupa di tiga aset besar ini membikin pergerakan pasar terlihat seperti ‘copy-paste’ antar aset, sesuatu nan biasanya muncul saat sentimen berubah serentak.
Salah satu aspek nan disorot adalah kondisi likuiditas nan tipis. Data nan dirujuk dari CoinGlass menggambarkan bahwa reli sebelumnya, nan sempat mendorong Bitcoin kembali mendekati US$ 100.000, lebih banyak ditopang oleh aktivitas derivatif daripada permintaan spot nan betul-betul kuat.
Baca Juga: Trader Klaim Selama BTC Bertahan di Atas Level Ini, Maka Short Kurang Relevan
Dalam situasi seperti ini, kenaikan condong rapuh, ialah ketika momentum berakhir maka pasar lebih mudah terseret oleh likuidasi, penutupan posisi berleverage, dan tindakan ambil untung nan berantai.
Tekanan risk-off juga disebut kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar global. Narasi nan beredar mengaitkan pelemahan mata uang digital dengan memanasnya rumor perdagangan setelah Presiden Donald Trump disebut memerintahkan penerapan tarif 10 persen terhadap delapan negara Eropa, kebijakan nan jika betul diterapkan, berpotensi menggeser aliran modal ke aset nan dinilai lebih defensif.
Pergerakan komoditas ikut memperkuat gambaran itu. Ketika mata uang digital tertekan, nilai perak dilaporkan naik sekitar 4,11 persen dari 90 persen menuju puncak US$ 93,70, sementara emas menguat sekitar 2,18 persen dari US$ 4.580 ke US$ 4.680. Bagi banyak pelaku pasar, pola ‘kripto turun, safe haven naik’ sering dibaca sebagai tanda penanammodal sedang menurunkan resiko, terutama saat likuiditas di pasar mata uang digital sedang tidak tebal.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·