– Crypto exchange Gemini resmi meluncurkan fitur baru berjulukan Agentic Trading, sebuah sistem nan memungkinkan AI melakukan trading mata uang digital secara otomatis langsung di exchange.
Langkah ini menjadikan Gemini sebagai salah satu exchange teregulasi pertama di Amerika Serikat nan membuka integrasi langsung antara AI agent dan sistem trading kripto.

Teknologi baru ini dibangun menggunakan Model Context Protocol (MCP), sebuah standar terbuka nan memungkinkan AI mengakses API trading secara langsung.
Melalui sistem tersebut, model AI seperti ChatGPT maupun Claude dapat menjalankan beragam kegunaan trading atas nama pengguna.
Gemini juga menghadirkan sejumlah fitur awal nan disebut sebagai Trading Skills, ialah modul otomatis nan bisa dipanggil AI untuk menjalankan tugas tertentu.
Beberapa fitur awal nan sudah tersedia meliputi:
- akses info nilai real time
- analisis spread bid-ask
- hingga pengambilan info candle historis
Dengan integrasi ini, AI dapat membantu trader menjalankan strategi mulai dari order sederhana hingga posisi trading nan lebih kompleks.
Gemini mengatakan bahwa Agentic Trading bukan sekadar fitur tambahan, tetapi bagian dari perubahan besar langkah manusia berinteraksi dengan pasar keuangan.
Menurut perusahaan, AI nantinya bakal menangani eksekusi, disiplin trading, hingga kajian pola pasar, sementara pengguna konsentrasi pada strategi utama.
Narasi ini menunjukkan gimana AI mulai bergerak dari sekadar perangkat bantu kajian menjadi penyelenggara langsung dalam aktivitas trading kripto.
Baca Juga: Shiba Inu Catat Lonjakan Holder Terbesar di 2026
Gemini Semakin Fokus ke AI
Peluncuran fitur ini datang beberapa bulan setelah Gemini memangkas sekitar 25 persen karyawannya.
Saat itu, perusahaan menyatakan mau lebih konsentrasi pada pasar Amerika Serikat sembari meningkatkan efisiensi operasional melalui penggunaan AI.
Gemini juga menghentikan sebagian operasinya di wilayah Uni Eropa, Inggris dan Australia untuk mempersempit konsentrasi bisnis.
Gemini bukan satu-satunya perusahaan nan mencoba menggabungkan AI dengan prasarana kripto.
Beberapa proyek lain juga mulai mengembangkan sistem serupa, termasuk protokol x402 nan didukung Coinbase dan Machine Payments Protocol nan memungkinkan pembayaran otomatis antar mesin menggunakan kripto.
Perkembangan ini memperlihatkan gimana AI mulai memainkan peran lebih besar dalam industri blockchain, bukan hanya untuk kajian data, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan transaksi otomatis.
Potensi Besar, Tapi Risiko Tetap Ada
Meski menawarkan efisiensi tinggi, penggunaan AI dalam trading otomatis tetap memunculkan sejumlah pertanyaan.
Mulai dari akibat kesalahan algoritma, volatilitas market, hingga keamanan akses API menjadi tantangan utama nan kudu diperhatikan pengguna.
Selain itu, semakin mudahnya otomatisasi trading juga berpotensi meningkatkan kejuaraan di market crypto nan memang sudah sangat sigap bergerak.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·