85 Persen Dana Baru Masuk ke Bitcoin, ETH Kalah Telak?

Sedang Trending 17 jam yang lalu

– Pasar mata uang digital memang baru melangkah separuh kuartal kedua 2026, tetapi perdebatan soal aset mana nan bakal memimpin market mulai memanas.

Sejauh ini, Bitcoin terlihat jauh lebih unggul dibanding Ethereum, baik dari sisi aliran dana, performa harga, maupun kekuasaan pasar.

Bitcoin Jadi Pemimpin Utama di Q2

Setelah pasar mata uang digital kehilangan sekitar US$ 1,5 triliun selama enam bulan terakhir akibat tekanan besar di Q4 2025 dan Q1 2026, kondisi mulai berubah pada April.

Total market cap mata uang digital naik nyaris 11 persen, dengan arus masuk biaya mendekati US$ 250 miliar.

Menariknya, sekitar 85 persen biaya tersebut mengalir ke Bitcoin.

Dominasi Bitcoin sekarang apalagi sudah menembus level 60 persen, memperlihatkan bahwa penanammodal lebih memilih Bitcoin dibanding altcoin di tengah kondisi market nan belum sepenuhnya stabil.

Ethereum Terus Tertinggal dari Bitcoin

Kondisi tersebut juga terlihat jelas pada pair ETH/BTC.

Rasio Ethereum terhadap BTC turun sekitar 16 persen selama Q4 2025 dan Q1 2026, lampau kembali melemah sekitar 3,2 persen sepanjang awal Q2 ini.

Artinya, kekuatan pasar terus berputar ke Bitcoin, sementara Ethereum belum bisa mengejar momentum.

Baca Juga: Skandal Polymarket! Prajurit Amerika Didakwa Insider Trading

Selain itu, Bitcoin juga dianggap lebih tahan terhadap tekanan market dibanding ETH.

Pada Q1 2026 misalnya, BTC turun sekitar 22 persen, sedangkan Ethereum terkoreksi lebih dalam hingga nyaris 30 persen.

Likuiditas Baru Banyak Masuk ke Bitcoin

Data DeFiLlama menunjukkan market stablecoin kembali mencetak rekor baru di atas US$ 320 miliar setelah menerima inflow nyaris $5 miliar.

Biasanya, masuknya stablecoin berfaedah biaya sedang bersiap masuk ke aset berisiko alias justru parkir sementara.

Namun memandang Bitcoin nan sudah naik sekitar 13,5 persen, pasar menilai sebagian besar likuiditas itu mengalir langsung ke BTC.

Di sisi lain, Federal Reserve juga disebut telah menyuntikkan likuiditas lebih dari US$ 12,6 miliar sepanjang bulan ini, dengan tambahan sekitar US$ 5 miliar diperkirakan segera masuk.

Kondisi ini menciptakan lingkungan market nan lebih mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian