Terduga Insider Raup Rp9,7 Miliar dari Prediksi Perang

Sedang Trending 13 jam yang lalu

– Sekelompok akun nan diduga mempunyai info lebih awal (insider) dilaporkan meraup untung besar dari pasar prediksi mata uang digital Polymarket mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan kajian firma on-chain Bubblemaps, golongan tersebut menghasilkan lebih dari US$ 600.000 alias sekitar Rp 9,7 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Keuntungan tersebut diperoleh dari perjanjian prediksi nan berangkaian dengan waktu terjadinya gencatan senjata. Akun-akun nan teridentifikasi, di antaranya “djijaij83jdo4jdlwjflsg”, “Elonfax89678”, dan “Skoobidoobnj, dilaporkan meraih sekitar US$ 611.000 setelah pengumuman dari Donald Trump.

Mereka memasang taruhan pada skenario gencatan senjata terjadi sebelum 7 April dan 15 April, nan akhirnya terbukti benar.

Meski demikian, tidak semua taruhan mereka berhasil. Kelompok ini juga sempat mengalami kerugian nyaris US$ 50.000 dari prediksi nan melesat mengenai tenggat waktu sebelumnya.

Menurut Bubblemaps, golongan akun ini telah aktif sejak 2024 dan secara konsisten sukses memprediksi beragam peristiwa militer besar, termasuk serangan mendadak nan melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam periode sebelumnya, mereka apalagi mencatat untung hingga US$ 1,2 juta dari taruhan mengenai tindakan militer tersebut.

“Cluster ini telah berulang kali memenangkan taruhan mengenai operasi militer nan tidak terduga,” ungkap perwakilan Bubblemaps.

Baca Juga: Pasar Kripto Langsung Bereaksi Pada Pengumuman Terbaru Presiden Amerika

Meski pola kemenangan mereka mencurigakan, Bubblemaps menegaskan bahwa belum ada bukti pasti bahwa akun-akun tersebut mempunyai akses ke info rahasia.

Firma tersebut menyebut bahwa ukuran taruhan nan besar dan timing nan tepat belum cukup untuk membuktikan adanya insider trading.

Namun, rekam jejak mereka nan sering tepat dalam memprediksi peristiwa mendadak menimbulkan spekulasi bahwa mereka mungkin mempunyai akses info nan lebih baik dibanding trader biasa.

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi mengenai insider trading di platform prediction market.

Gubernur California, Gavin Newsom, sebelumnya telah mengkritik praktik ini dan menuding adanya potensi penyalahgunaan info oleh pihak internal pemerintahan.

Sebagai respon, sejumlah platform seperti Kalshi mulai memperketat aturan, termasuk melarang politisi dan pihak mengenai untuk ikut berbisnis pada pasar prediksi tertentu.

Bahkan, kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya, seperti trader nan meraup lebih dari US$ 430.000 dari prediksi politik di Venezuela, hingg kasus perseorangan nan menggunakan info militer rahasia untuk trading.

Koalisi Prediction Markets nan mewakili sejumlah perusahaan besar seperti Coinbase dan Robinhood menegaskan bahwa penggunaan info non-publik dalam trading adalah ilegal.

Mereka juga mendorong agar industri ini tetap berada dalam pengawasan ketat regulator, termasuk penerapan sistem Know Your Customer (KYC) untuk mencegah penyalahgunaan.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian