Tekanan Besar di Pasar Kripto Bikin Altcoin Jatuh Berjamaah

Sedang Trending 13 jam yang lalu

– Pasar altcoin mengalami tekanan besar pada Jumat (27 Maret), dengan total kapitalisasi pasar turun di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off, di mana penanammodal memilih menarik biaya dari aset berisiko dan beranjak ke likuiditas. Narasi safe haven nan sempat muncul saat bentrok geopolitik memanas sekarang mulai memudar, membikin pasar mata uang digital kembali tertekan.

Hingga siang hari waktu Amerika, total kapitalisasi altcoin tercatat di sekitar US$ 987 miliar. Kapitalisasi dengan jumlah tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam periode terbaru.

Ethereum menjadi salah satu penyebab utama pelemahan ini. Setelah sempat menyentuh area US$ 2.074, nilai ETH kandas memperkuat dan turun ke kisaran US$ 1.972. Penurunan ini turut menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke bawah US$ 240 miliar. Tekanan tersebut juga memicu likuidasi besar, dengan nyaris US$ 120 juta posisi long terhapus dari pasar.

Sementara itu, Solana mencatat penurunan nan lebih tajam. Dalam waktu dua hari, aset ini kehilangan nyaris 12 persen nilainya setelah kandas menembus resisten di nomor US$ 93.

Baca Juga: Justin Sun Klaim Punya AI Pemburu Penipu Kripto

Aset besar lainnya juga ikut terdampak. BNB dan XRP mengalami penurunan moderat. Hal ini mencerminkan tekanan nan merata di seluruh pasar altcoin. Di sisi lain, aset dengan volatilitas tinggi justru terkena akibat lebih dalam, dengan beberapa token mengalami penurunan dua digit dalam waktu singkat.

Meski begitu, tidak semua aset bergerak negatif. Beberapa koin seperti Bitcoin Cash tetap bisa mencatat kenaikan tipis, meskipun tidak cukup untuk mengimbangi tekanan nan terjadi di pasar secara keseluruhan.

Sebagaimana diberitakan oleh sebelumnya, salah satu analis berjulukan ‘Ash Crypto’ menyebut tiga aspek nan menyebabkan pasar mata uang digital turun secara umum

Dalam pemaparannya, aspek pertama adalah bentrok geopolitik antara Israel Amerika dan Iran. Kedua adalah pasar obligasi nan kian tertekan, dan ketiga adalah The Fed nan dikabarkan bakal meningkatkan suku kembang selama tahun 2026.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian