– Sejak awal Agustus, metrik exchange netflow Bitcoin (BTC) mendekati titik terendah signifikan. Hal ini mencerminkan pola nan pernah muncul sebelum reli besar di tahun 2017 dan 2021. Secara historis, posisi rendah seperti ini kerap menandai awal dari fase kenaikan terakhir dalam pasar bullish.
Pada 13 Agustus, Bitcoin sempat mencetak rekor tertinggi baru di US$ 124.457 sebelum terkoreksi ke US$ 120.895. Tekanan jual dari pemegang jangka panjang terlihat semakin berkurang, menandakan pasar mungkin memasuki fase keterbatasan pasokan nan bisa mempercepat momentum kenaikan dalam beberapa minggu ke depan.
NVT Golden Cross Turun Tajam, Sinyal Titik Balik?
Saat ini, NVT Golden Cross berada di level 0,2709 setelah turun 53,92 persen, menunjukkan penurunan valuasi nan signifikan dibandingkan dengan aktivitas transaksi. Penurunan tajam seperti ini di masa lampau sering bertepatan dengan titik dasar pasar (market bottom) sebelum reli pasar.
Melansir dari ambcrypto.com, kondisi ini mengindikasikan potensi undervaluasi jaringan transaksi Bitcoin dibandingkan kapitalisasi pasarnya. Jika pola ini bertahan, BTC bisa memasuki fase rebound. Kompresi sigap parameter ini juga memperkuat kesempatan aktivitas bullish nan baru, menjadikannya metrik krusial untuk dipantau trader.
Baca Juga: Ini Sebab Bitcoin Tembus ATH Hingga Lebih dari US$ 123.600
Funding Rate Positif Tetap Menopang Sentimen
Funding Rate berbobot OI BTC berada di 0,0137, mencerminkan sentimen positif nan stabil di kalangan trader leverage. Funding konsisten positif biasanya menunjukkan bahwa pembeli bersedia bayar premi untuk mempertahankan posisi long, nan dapat menopang stabilitas nilai dalam tren naik nan kuat.
Namun, jika funding rate melonjak terlalu tinggi, perihal ini bisa menandakan kepadatan posisi long (overcrowded longs) dan memicu koreksi. Untuk saat ini, datanya tetap menunjukkan bias bullish nan sehat tanpa tanda-tanda leverage berlebihan.
Data Derivatif dan Likuidasi Mendukung Tren Naik
Dalam 24 jam terakhir, BTC mencatat likuidasi short sebesar US$ 24,28 juta, lebih besar dibanding likuidasi long senilai US$ 17,16 juta. Ini mengindikasikan penutupan paksa posisi bearish.
Aktivitas derivatif dalam perihal ini juga meningkat tajam, dengan:
- Volume perdagangan melonjak 65,37 persen menjadi US$ 149,47 miliar.
- Open Interest (OI) naik 4,14 persen menjadi US$ 83,76 miliar.
- Volume opsi (Options Volume) naik 127,92 persen menjadi US$ 9,43 miliar.
- OI opsi (Options OI) bertambah 5,19 persen menjadi US$ 57,15 miliar.
Lonjakan ini menunjukkan partisipasi nan semakin besar dari pelaku lembaga maupun ritel, memperkuat likuiditas dan potensi volatilitas saat BTC diperdagangkan tepat di bawah ATH.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.