Sentimen Kripto Terburuk Sepanjang Sejarah? Analis Buka Suara

Sedang Trending 2 hari yang lalu

– Analis mata uang digital terkenal asal Belanda, ialah Michaël van de Poppe memberikan pernyataan nan memicu perdebatan di organisasi setelah menyebut kondisi pasar. Dalam pembaruan di platform X, dia menyebut saat ini sebagai salah satu nan paling jelek dari sisi sentimen.

Dalam komentarnya, van de Poppe menyoroti adanya ketidaksesuaian antara perkembangan ekosistem mata uang digital dan pergerakan harga.

“Banyak protokol terus tumbuh dan menghasilkan pendapatan, tetapi perihal itu belum tercermin dalam valuasi token. Ini tidak bakal bertahan,” ungkap Poppe.

Pernyataan tersebut muncul saat Bitcoin bergerak di kisaran US$ 71.000 – US$ 73.000, dengan perubahan harian nan cukup tajam. Dalam satu sesi perdagangan, nilai sempat bergerak lebih dari 3 persen, mencerminkan kondisi pasar nan aktif namun tanpa arah nan jelas. Situasi seperti ini sering terjadi saat likuiditas menipis, terutama di akhir pekan, sehingga pergerakan nilai menjadi lebih mudah berubah.

Di kembali volatilitas tersebut, tekanan utama pasar tetap berasal dari aspek makro. Ketidakpastian geopolitik, perubahan ekspektasi suku bunga, hingga hubungan dengan saham teknologi membikin nilai mata uang digital lebih sensitif terhadap sentimen global. Akibatnya, proses price discovery menjadi rapuh, dengan pergerakan nan mudah dipengaruhi oleh buletin jangka pendek.

Baca Juga: Bitcoin Jadi Alat Bayar Minyak? Ini Rencana Besar Iran

Meski demikian, gambaran sentimen tidak sepenuhnya negatif. Indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada di level 44, nan menunjukkan kondisi netral. Artinya, pasar memang berhati-hati, tetapi belum memasuki fase panik alias kapitulasi penuh.

Yang menarik, info on-chain justru menunjukkan aktivitas nan tetap kuat. Nilai total terkunci (TVL) di sektor DeFi tetap mendekati US$ 95 miliar, sementara kapitalisasi stablecoin berada di atas US$ 300 miliar. Volume perdagangan di DEX dan derivatif juga tetap tinggi.

Salah satu contoh nyata datang dari Aave, nan mencatat pendapatan nyaris US$ 200 juta pada kuartal pertama 2026. Di saat nan sama, pengembangan jenis terbaru platform tetap terus berjalan.

Dari sisi institusi, tren juga belum menunjukkan pelemahan. Perusahaan besar tetap melakukan akumulasi Bitcoin, sementara lembaga finansial tradisional mulai memperluas akses ke aset kripto. Bahkan, beberapa perusahaan sekuritas besar dilaporkan tengah menyiapkan jasa perdagangan langsung untuk Bitcoin dan Ethereum.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian