– Sentimen pasar terhadap Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan kecenderungan negatif, dengan sejumlah trader di platform prediksi seperti Polymarket dan Kalshi memperkirakan nilai dapat turun lebih dalam sepanjang tahun 2026.
Data terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan pelaku pasar tetap memandang potensi tren turun berlanjut, seiring minimnya katalis bullish dan meningkatnya ketidakpastian makroekonomi global.

Di platform Polymarket, trader saat ini memberikan sekitar 71 persen probabilitas bahwa Bitcoin bakal turun di bawah US$ 55.000 sebelum akhir 2026. Angka ini apalagi meningkat sekitar 13 persen dibanding hari sebelumnya.
Selain itu:
- 59 persen kesempatan Bitcoin turun di bawah US$ 50.000.
- 46 persen kesempatan turun hingga US$ 45.000.
Sementara di platform Kalshi, sentimen serupa juga terlihat:
- 71 persen kesempatan BTC turun di bawah US$ 60.000.
- 65 persen kesempatan turun di bawah US$ 55.000.
Bahkan, terdapat 31 persen kemungkinan Bitcoin menyentuh US$ 40.000. Prediksi ini menunjukkan bahwa pasar tetap memandang resiko penurunan nan cukup besar dalam jangka menengah.
Pergerakan Harga Terbaru
Sepanjang tahun 2026, nilai terendah Bitcoin sejauh ini tercatat di sekitar US$ 59.940 pada 6 Februari.
Sebagai perbandingan, terakhir kali Bitcoin diperdagangkan di bawah US$ 55.000 adalah pada Februari 2024. Beberapa analis juga menilai bahwa kenaikan nilai sebelumnya hingga sekitar US$ 76.000 kemungkinan merupakan bull trap, nan kemudian diikuti oleh koreksi.
Baca Juga: Binance Dibanjiri USDT, Likuiditas Pasar Meningkat Tajam
Di tengah penurunan nilai terbaru ke sekitar US$ 69.000, Bitcoin sempat berada di bawah nilai rata-rata pembelian (average cost) milik Strategy, ialah sekitar US$ 75.696. Meski demikian, pasar tidak memandang adanya tekanan besar bagi perusahaan tersebut untuk menjual.
Data Polymarket menunjukkan bahwasanya kurang dari 15 persen kesempatan Strategy bakal menjual Bitcoin di 2026. Sekitar 96 persen kesempatan perusahaan tetap memegang lebih dari 800.000 BTC hingga akhir tahun.
Baru-baru ini, Strategy apalagi menambah kepemilikannya menjadi sekitar 761.000 BTC setelah membeli lebih dari 22.000 BTC senilai US$ 1,6 miliar.
ETF dan Sentimen Pasar
Di sisi lain, arus biaya ke produk ETF Bitcoin spot di Amerika kembali menunjukkan tren negatif. Data menunjukkan adanya net outflow, terutama
Data menunjukkan adanya net outflow, terutama dari produk Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC).
Selain itu, ETF milik BlackRock juga mencatat outflow sekitar US$ 34 juta, nan mencerminkan kembalinya sentimen extreme fear di pasar.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·