Pernyataan Ketua The Fed Dorong Lagi Sentimen Bitcoin

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Pernyataan Ketua The Fed Dorong Lagi Sentimen Bitcoin

– Bitcoin (BTC) sempat menguat setelah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai inflasi nan tetap membandel. Namun, pergerakan mata uang digital paling jumbo ini tetap berada di bawah bayang-bayang tekanan dari pasar obligasi.

Tekanan tersebut datang dari penguatan dolar Amerika, arus keluar ETF dan kuatnya minat penanammodal terhadap saham teknologi berbasis kepintaran buatan.

Kenaikan nilai Bitcoin pada hari Rabu (2/7/2026) ini belum sepenuhnya mengubah pandangan pelaku pasar, meski ada pernyataan Ketua The Fed.

Pasalnya, aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin tetap menghadapi tantangan, apalagi ketika instrumen pendapatan tetap menawarkan hasil lebih tinggi.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor lima tahun naik ke 4,22 persen. Kenaikan yield tersebut menunjukkan penanammodal meminta imbal hasil lebih besar untuk memegang surat utang pemerintah AS.

Namun pada saat nan sama, perjanjian berjangka obligasi mengindikasikan kesempatan sekitar 64 persen bahwa The Fed bakal kembali meningkatkan suku kembang pada September. Meski belum ada pernyataan Ketua The Fed secara resmi, pada bulan sebelumnya kesempatan tersebut tetap berada di kisaran 23 persen.

Pernyataan Ketua The Fed dan Tekanan Suku Bunga

Respons positif Bitcoin terhadap pernyataan Ketua The Fed tetap terbatas lantaran ekspektasi suku kembang nan lebih tinggi ikut mengubah arah minat investor. Ketika kesempatan kenaikan suku kembang meningkat, aset berisiko dan aset pengganti condong menghadapi tekanan tambahan.

Ekspektasi tersebut juga mendorong penguatan indeks dolar Amerika alias DXY mendekati level tertinggi dalam setahun. Dolar nan lebih kuat biasanya menjadi sentimen negatif bagi aset seperti emas dan Bitcoin.

Harga emas apalagi tercatat turun sekitar 12 persen dalam dua bulan terakhir meski inflasi belum sepenuhnya mereda.

Dalam situasi tersebut, Bitcoin tetap kudu bersaing dengan aset nan memberi imbal hasil langsung. Tekanan ini membikin dorongan dari pernyataan Ketua The Fed belum cukup untuk membawa nilai bergerak lebih jauh.

Baca Juga: Apa Dampak Keputusan The Fed Suku Bunga Baru-Baru Ini Terhadap Pasar Kripto?

Reli AI Masih Tarik Arus Modal

Selain suku kembang dan dolar Paman Sam, reli saham sektor kepintaran buatan alias AI juga menjadi aspek penting. Nasdaq 100 telah naik sekitar 25 persen, sementara ETF semikonduktor SOXX tetap menguat sekitar 78 persen dalam tiga bulan terakhir.

Meski begitu, mulai muncul tanda pelemahan pada sebagian saham chip. Micron dan SanDisk masing-masing sempat turun lebih dari 9 persen setelah SK Hynix dan Samsung mengumumkan rencana ekspansi kapabilitas produksi.

Jika momentum AI mulai melambat, sebagian analis menilai arus modal berpotensi kembali mencari alternatif. Dalam skenario tersebut, Bitcoin dan emas dapat kembali masuk radar investor, apalagi dengan pernyataan Ketua The Fed.

ETF Bitcoin Masih Catat Arus Keluar

Sentimen terhadap Bitcoin juga tertahan oleh arus keluar biaya dari spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Arus keluar nan tetap bersambung memperkuat tekanan jual dan membikin sentimen positif susah mendorong nilai secara signifikan.

Saat ini Bitcoin tetap diperdagangkan sekitar 53 persen di bawah rekor nilai tertingginya. Kondisi tersebut membikin sebagian pelaku pasar mulai menguji kembali kekuatan area support di sekitar US$60.000.

Dampak pernyataan Ketua The Fed terhadap Bitcoin akhirnya kudu dibaca berbareng aspek lain. Selama ETF tetap mengalami arus keluar dan dolar AS tetap kuat, pemulihan nilai berpotensi melangkah terbatas.

Di sisi korporasi, Strategy nan sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy baru meningkatkan persediaan kasnya. Langkah itu disebut bisa menopang pembayaran dividen sekitar 17 bulan ke depan.

Namun, saham preferen STRC tetap diperdagangkan jauh di bawah sasaran US$100 nan dibutuhkan untuk menerbitkan saham baru. Perusahaan juga meningkatkan dividen STRC dari 11,5 persen menjadi 12 persen, tetapi langkah tersebut belum cukup menarik minat investor.

Secara keseluruhan, pernyataan Ketua The Fed memang sempat memberi dorongan positif bagi Bitcoin. Namun, kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga, yield obligasi AS nan naik, penguatan dolar AS, arus keluar ETF, dan kuatnya sektor AI tetap menjadi halangan utama.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange nan Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian