LBank, salah satu bursa aset mata uang digital dunia terkemuka, terus memperluas utilitas aset digital di bumi nyata melalui ekosistem pembayarannya. Dengan LBank Card dalam format virtual maupun bentuk nan sekarang telah tersedia, serta LBank Pay nan menghubungkan pengguna dengan semakin banyak jaringan pembayaran lokal, LBank Cash memperluas penggunaan aset digital untuk shopping online, transaksi di toko fisik, pembayaran lintas negara, hingga pembayaran QR nan terintegrasi dengan sistem lokal.
LBank Card diperkenalkan pada 2026 dan saat ini tersedia dalam format virtual maupun bentuk bagi pengguna nan memenuhi persyaratan. Kartu ini dapat digunakan di merchant nan menerima Visa di wilayah nan didukung, mencakup shopping online, transaksi di toko fisik, pengeluaran lintas negara, serta penarikan tunai di ATM tertentu. Kartu virtual juga mendukung jasa pembayaran seluler utama seperti Apple Pay dan Google Pay, tergantung pada kesiapan di masing-masing wilayah serta ketentuan produk nan berlaku.

Salah satu kelebihan utama LBank Card adalah kemampuannya mempersingkat proses antara menyimpan aset digital dan menggunakannya untuk pembayaran sehari-hari. Dalam skenario nan didukung, pengguna dapat melakukan pembayaran menggunakan aset nan tersedia di akun LBank tanpa kudu terlebih dulu memindahkan biaya ke saldo kartu terpisah. Kartu bentuk saat ini menawarkan biaya transaksi mulai dari 0,8%, sementara biaya tahunan, biaya top-up, dan biaya kurs asing dapat dibebaskan sesuai dengan ketentuan produk nan berlaku. Transaksi nan memenuhi syarat juga berpotensi memperoleh cashback hingga 10%.
Di luar jaringan kartu global, LBank Pay menghadirkan lapisan pembayaran lokal dalam ekosistem tersebut. Saat ini, jasa ini telah terhubung dengan prasarana pembayaran lokal di sejumlah pasar, termasuk QRIS di Indonesia, VietQR dan MoMo di Vietnam, serta PIX di Brasil. Dalam skenario nan didukung, pengguna dapat memindai kode QR merchant melalui aplikasi LBank, melakukan pembayaran menggunakan aset digital nan didukung, kemudian transaksi bakal dikonversi dan diselesaikan dalam mata duit fiat lokal berasas nilai tukar secara real-time.
Secara keseluruhan, LBank Card dan LBank Pay membentuk struktur pembayaran nan saling melengkapi dalam ekosistem LBank Cash. LBank Card memanfaatkan jaringan Visa untuk mendukung cakupan transaksi online, offline, dan lintas negara nan lebih luas, sementara LBank Pay memperluas akses ke jalur pembayaran lokal. Dikombinasikan dengan pilihan kartu virtual dan fisik, ekosistem ini memberikan pengguna beragam langkah untuk menghubungkan saldo aset digital mereka dengan prasarana pembayaran di bumi nyata.
LBank baru-baru ini semakin memperkuat strategi tersebut melalui peluncuran LBank Cash Payment Challenge pada 9 September, nan berjalan hingga 30 September 2026. Kampanye ini mencakup LBank Card dan LBank Pay. Pengguna dapat mulai memperoleh kesempatan mengikuti undian setelah menyelesaikan sedikitnya dua transaksi nan memenuhi syarat dengan nilai kumulatif sebesar 20 USDT alias lebih melalui salah satu dari kedua produk tersebut, dengan kesempatan tambahan nan dapat diperoleh seiring meningkatnya aktivitas pembayaran.
Hadiah kampanye mencakup Interest Boost Coupons hingga 500%, bingkisan 100 USDT, Futures Bonuses, serta beragam insentif lainnya. Transaksi LBank Card nan memenuhi syarat juga dapat memperoleh cashback hingga 10% sesuai dengan ketentuan kampanye nan berlaku. Dengan menempatkan aktivitas pembayaran aktual sebagai konsentrasi utama kampanye, LBank bergerak melampaui sekadar publikasi kartu dan aktivasi pengguna menuju penggunaan nan lebih rutin dalam transaksi bumi nyata.
Bagi LBank, Card dan Pay bukanlah produk nan berdiri sendiri, melainkan komponen nan saling melengkapi dalam prasarana pembayaran nan lebih luas. LBank Card memberikan akses ke jaringan kartu global, sementara LBank Pay memperluas cakupan pembayaran secara lokal. Keduanya dirancang untuk mengurangi halangan antara akun aset digital dan pengeluaran sehari-hari.
Hal ini mencerminkan arah nan lebih luas dalam upaya pembayaran LBank. Seiring aset digital berkembang dari sekadar aktivitas trading dan penyimpanan menuju pembayaran, pengelolaan aset, serta beragam kasus penggunaan di bumi nyata lainnya, ekspektasi pengguna juga terus berubah. Semakin banyak pengguna sekarang tidak hanya mencari akses terhadap aset digital, tetapi juga langkah nan lebih efisien untuk mengelola dan menggunakannya.
Ke depan, LBank berencana untuk terus meningkatkan LBank Card, LBank Pay, serta pengalaman LBank Cash secara keseluruhan, sekaligus memperluas cakupan jasa sesuai dengan izin lokal, prasarana pembayaran, dan permintaan pengguna. Dengan menghubungkan jaringan kartu dunia dengan saluran pembayaran lokal, LBank bermaksud menciptakan jalur nan lebih seamless antara kepemilikan aset digital dan aktivitas finansial sehari-hari.
Tentang LBank
Didirikan pada 2015, LBank adalah salah satu bursa aset mata uang digital dunia terkemuka nan melayani lebih dari 25 juta pengguna terdaftar di 160 negara dan wilayah. Dengan volume perdagangan harian nan melampaui USD 23,81 miliar serta rekam jejak keamanan selama 10 tahun tanpa kejadian keamanan, LBank berkomitmen untuk menyediakan pengalaman trading nan komprehensif dan ramah pengguna. Melalui beragam solusi trading inovatif, platform ini telah memungkinkan pengguna mencatatkan imbal hasil rata-rata lebih dari 130% pada aset-aset nan baru terdaftar.
LBank telah mencatatkan lebih dari 300 aset mata uang digital utama dan lebih dari 50 aset berpotensi tinggi. Menempati ranking No. 1 dalam kategori 100x Gems, Highest Gains, dan Meme Share, LBank memimpin pasar melalui kecepatan listing altcoin, likuiditas nan unggul, serta agunan trading nan menjadi terobosan di industri, menjadikannya salah satu platform pilihan utama bagi penanammodal mata uang digital di seluruh dunia.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.Selalu Melakukan Perdagangan di Exchange nan Legal di Indonesia (Di bawah Pengawasan OJK)
Penulis
Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·