Ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell sekarang mencapai titik panas baru. Perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan suku kembang AS muncul di saat info inflasi kembali naik, sehingga memicu kekhawatiran pasar.
Situasi ini tidak hanya berakibat pada kebijakan moneter, tetapi juga berpotensi mempengaruhi volatilitas Bitcoin secara signifikan.
Bagi pelaku pasar kripto, perkembangan ini menjadi perhatian khusus. Jika Powell diganti dan kebijakan moneter berubah menjadi lebih dovish, kesempatan apresiasi Bitcoin bakal meningkat.
Saat ini, BTC tetap bergerak di kisaran $123,000, namun volatilitas nan tinggi membikin setiap keputusan The Fed dan manuver politik Gedung Putih menjadi aspek krusial nan kudu terus diawasi.
Konflik Politik nan Mengguncang Pasar
Akar persoalan antara Trump dan Powell berasal dari perbedaan membaca arah perekonomian AS, terutama setelah Trump mau membikin tuntutan kepada Powell.
🚨 BREAKING: President Trump is considering SUING Jerome Powell for the horrible and corrupt $3 BILLION “renovation” at the Federal Reserve
There should be a CRIMINAL investigation into it too! pic.twitter.com/MVM3ahojyS
Trump mendesak agar suku kembang diturunkan secepat mungkin demi menekan biaya pinjaman pemerintah, memperkuat pengaruh stimulus fiskal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam pandangannya, sinkronisasi antara kebijakan fiskal nan lenggang dan kebijakan moneter nan akomodatif bakal mempercepat pemulihan konsumsi rumah tangga serta investasi perusahaan.
Namun Powell menilai langkah itu terlalu berisiko. Data terbaru menunjukkan inflasi umum (CPI) di Juli berada di nomor 2,7% secara tahunan, sedangkan inflasi inti, nan tidak memasukkan nilai daya dan pangan, naik menjadi 3,1%. Keduanya tetap mencatat kenaikan bulanan.
The Fed beranggapan bahwa kondisi ini belum memberi ruang kondusif untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Powell menegaskan bahwa tugas utama bank sentral adalah menjaga stabilitas nilai dan pasar tenaga kerja, bukan menyesuaikan kebijakan demi meringankan beban utang pemerintah.
Konflik memanas ketika Trump mengkritik biaya pembaharuan markas The Fed nan mencapai miliaran dolar. Ia apalagi menakut-nakuti untuk mengizinkan gugatan norma terhadap Powell, menjadikan rumor tersebut sebagai senjata politik.
Di sisi lain, Trump mulai memperluas daftar kandidat pengganti Powell, termasuk beberapa nama nan dikenal lebih condong ke kebijakan dovish seperti Kevin Warsh, Christopher Waller, dan Michelle Bowman.
Jika pergantian terjadi, kesempatan penurunan suku kembang menjadi lebih besar. Kondisi ini bakal meningkatkan ekspektasi likuiditas di pasar keuangan, mendorong minat terhadap aset berisiko seperti kripto, dan membuka potensi apresiasi nan signifikan pada Bitcoin.
Namun, pasar juga menyadari bahwa langkah ini membawa akibat baru, terutama jika dilakukan saat inflasi belum betul-betul terkendali.
Ketidakpastian inilah nan saat ini membebani sentimen penanammodal global. Pasar sedang berada di persimpangan, menunggu apakah The Fed bakal mempertahankan pendekatan hati-hati alias tunduk pada tekanan politik untuk bergerak cepat.
Dampak Langsung ke Pergerakan Harga Bitcoin
Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $123,000, bergerak volatil antara $123,000–$124,000, dengan pemisah bawah krusial di $120,000. Selama area ini bertahan, prospek apresiasi menuju $150,000 tetap terbuka lebar.
Grafik Harian BTCUSD

Namun, kondisi pasar menunjukkan bahwa setiap buletin mengenai Powell alias kebijakan The Fed dapat langsung memicu pergerakan tajam.
Jika Powell diganti dan suku kembang segera dipangkas, perihal ini bakal menambah pasokan likuiditas di pasar. Likuiditas ekstra sering kali menjadi katalis positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Dengan Amerika Serikat sebagai penyumbang volume perdagangan mata uang digital terbesar di dunia, perubahan arah kebijakan moneter AS bakal berakibat besar pada dinamika pasar global.
Namun akibat juga jelas terlihat. Apabila inflasi tetap tinggi dan pelonggaran dilakukan terlalu cepat, pasar bisa menghadapi guncangan baru.
Investor mata uang digital mungkin bakal menikmati apresiasi nilai jangka pendek, tetapi tekanan jual dapat meningkat jika kebijakan tersebut justru memicu kekhawatiran inflasi ulang.
Dalam kondisi saat ini, trader perlu memantau pergerakan nilai di sekitar $120,000 sebagai area penentu. Penembusan ke bawah level ini dapat memicu koreksi lebih dalam, sementara penutupan harian di atas $124,000 bakal memperkuat kepercayaan pasar untuk melanjutkan kenaikan.
Selain aspek teknikal, trader juga kudu memperhatikan agenda rapat FOMC, rilis info inflasi bulanan, dan perkembangan politik AS. Kombinasi aspek makro dan geopolitik ini berpotensi menciptakan volatilitas nan lebih tinggi dari biasanya.
Mengapa Ketegangan Ini Menjadi Isu Besar untuk Kripto?
Pasar mata uang digital sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas global. Saat suku kembang turun, biaya modal berkurang, dan penanammodal condong mengalihkan biaya ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, termasuk Bitcoin.
Inilah argumen kenapa pasar mata uang digital condong merespons positif terhadap kebijakan moneter dovish.
Jika Powell tetap menjabat dan mempertahankan kebijakan ketat, apresiasi nilai Bitcoin kemungkinan tertahan. Sebaliknya, jika Trump sukses mengganti Powell dengan sosok nan lebih mendukung penurunan suku bunga, pasar mata uang digital dapat memperoleh dorongan besar.
Efeknya bisa semakin kuat jika penggantian tersebut terjadi di tengah inflasi nan mulai melandai, lantaran akibat inflasi ulang bakal lebih kecil.
Namun, skenario terbaik bagi pasar mata uang digital tidak selalu menjadi skenario terbaik bagi ekonomi jangka panjang. Pemangkasan suku kembang nan terlalu sigap bisa mengorbankan stabilitas harga, memicu ketidakpastian di sektor riil, dan memunculkan gejolak baru di pasar mata uang.
Oleh lantaran itu, penanammodal perlu menimbang potensi untung jangka pendek dengan akibat jangka panjang nan mungkin timbul.
Kesimpulan
Konflik nan semakin panas antara Trump dan Powell bukan sekadar drama politik, tetapi aspek esensial nan dapat menentukan arah pasar finansial global.
Potensi pergantian Ketua The Fed membuka kesempatan kebijakan dovish nan bisa menjadi katalis positif untuk Bitcoin. Selama pemisah bawah di $120,000 terjaga, prospek apresiasi menuju $150,000 tetap ada.
Namun, volatilitas bakal tetap membayangi selama ketidakpastian ini berlangsung. Pelaku pasar kudu bersiap menghadapi pergerakan nilai nan cepat, memantau perkembangan makroekonomi, dan menjaga disiplin manajemen risiko.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.