Klaim Serangan AS terhadap Iran Picu Waspada Baru di Pasar Kripto

Sedang Trending 17 jam yang lalu

– Pasar mata duit mata uang digital kembali memasuki fase ‘risk-off’ setelah muncul peringatan baru soal potensi akis militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam waktu dekat. Sejumlah pelaku pasar menilai kombinasi ketidakpastian geopolitik dan kondisi makro nan tetap ketat beresiko memicu pergerakan nilai nan tajam, terutama pada aset beresiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin.

Kekhawatiran meningkat setelah mantan pejabat CIA John Kiriakou menyebut, dalam pernyataan nan beredar luas di media, bahwa keputusan untuk menyerang Iran ‘telah dibuat’ dan bisa terjadi pada Senin alias Selasa. Klaim tersebut belum disertai konfirmasi resmi pemerintah Amerika, namun cukup untuk mendorong lonjakan kewaspadaan di pasar finansial termasuk kripto.

Pernyataan Kiriako muncul saat ketegangan Amerika-Iran memang sedang memanas. Reuters melaporkan Presiden Donald Trump memberi tenggat sekitar 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, disertai peringatan bakal akibat serius jika tidak ada kesepakatan.

Di pasar kripto, sentimen melindungi tercermin pada pelemahan nilai sejumlah aset utama dan penyusutan nilai pasar. Data CoinGeko menunjukkan kapitalisasi pasar mata uang digital dunia turun beberapa persen dalam 24 jam terakhir ke kisaran US$ 2,2 triliun (angka bergerak mengikuti pembaruan real-time platform).

Baca Juga: Whale Solana Aktif Lagi Setelah 5 Bulan, Tarik 50.000 SOL lampau Staking

Tekanan juga terlihat pada dasar derivatif, nan biasanya memperbesar pergerakan saat buletin geopolitik memicu kepanikan. Laporan nan mengutip info dari CoinGlass menyebut likuidasi posisi berleverage meningkat, dengan posisi long mendominasi kerugian.

Kendati demikian, analis pasar menekankan bahwa pergerakan nilai dalam situasi geopolitik sering kali susah diprediksi lantaran sangat berjuntai pada headline berikutnya, ialah apakah tensi mereda melalui jalur diplomasi alias justru meningkat lewat langkah-langkah militer

Bagi investor, fase ini biasanya ditandai spread nan melebar, volatilitas intraday nan tinggi, serta perubahan arah nan cepat, terutama ketika pasar dunia juga sedang sensitif terhadap suku bunga, dolar AS, dan aliran likuiditas.

Sementara itu nilai Bitcoin pada Selasa (24//2/2026) pagi berada pada level US$ 64.115. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 1,5 persen, dalam jangka waktu 24 jam terakhir.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian