Investor Hati-Hati, Bakal Ada Perusahaan yang Bakal Unlock Aset Bernilai US$ 1 Miliar

Sedang Trending 13 jam yang lalu

– Ripple dijadwalkan bakal unlock escrow sekitar US$ 1 miliar dalam corak XRP pada awal Januari. Ini menandai pelepasan pasokan pertama di tahun 2026. Meski berkarakter rutin dan telah lama dijadwalkan, peristiwan ini tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar mata uang digital lantaran bertepatan dengan kondisi likuiditas nan relatif tipis dan sentimen mata uang digital nan tetap rapuh.

Mekanisme escrow XRP diperkenalkan pada 2017 sebagai upaya menciptakan transparansi dan kepastian pasokan. Setiap bulan, hingga US$ 1 miliar XRP dilepas dari perjanjian terkunci waktu. Namun dalam praktiknya, Ripple hanya menggunakan sebagian mini dari jumlah tersebut untuk kebutuhan operasional, pengembangan ekosistem dan penyediaan likuiditas, sementara sisanya kembali dikunci ke escrow dengan agenda baru.

Secara historis, sekitar 60 persen hingga 80 persen dari setiap unlock, alias sekitar 600 juta hingga 800 juta XRP dikunci ulang. Dengan pola ini, hanya sekitar 200 juta hingga 400 juta XRP nan betul-betul berpotensi menambah pasokan di luar escrow. Konsekuensinya, nomor pelepasan nominal sering kali terllihat besar di atas kertas, namun akibat riilnya terhadap suplai beredar jauh lebih terbatas.

Karena sebagian besar token kembali dikunci, pergerakan nilai XRP dalam merespons pelepasan escrow sebelumnya condong terbatas. Pasar umumnya telah mengantisipasi agenda ini, sehingga kejutan pasokan jarang terjadi. Namun, pelepasan pertama di awal tahun tetap berpotensi memengaruhi sentimen jangka pendek, terutama ketika volume perdagangan rendah alias ketidakpastian pasar meningkat.

Baca Juga: Ini Deretan Altcoin Paling Tekor di 2025

Menjelang unlock escrow ini, XRP tetap bergerak dalam tekanan. Pada waktu publikasi, token tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 1,87, naik tipis nyaris 0,4 persen dalam 24 jam terakhir dan sekitar 1 persen dalam sepekan.

Harga XRP saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan utama. Token tersebut tetap tertahan di bawah simple moving average (SMA) 50 hari di kisaran US$ 2,07 dan SMA 200 hari di kisaran US$ 2,49. Posisi di bawah kedua parameter jangka pendek dan panjang ini mengindikasikan bahwa tekanan turun tetap mendominasi, selama nilai belum bisa merebut kembali area resisten tersebut.

Selain itu, parameter momentum juga mencerminkan kondisi serupa. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di sekitar 42,7, tetap dalam area netral namun di bawah periode 50.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian