– Dunia mata duit mata uang digital kerap menyajikan kisah spektakuler, bukan hanya tentang lonjakan harga, tetapi juga drama para pendirinya. Dari janji besar, miliaran dolar investasi hingga kehancuran nan mendadak, perjalanan token sering kali ditentukan oleh sosok dibaliknya.
Salah satu akun pengamat DeFi di media sosial, dengan nama ‘StarPlatinum’ mengulas kembali kejadian-kejadian masa lampau nan menggemparkan mata uang digital dan merugikan penanammodal besar-besaran. Berikut adalah sembilan kasus di mana pendiri meniggalkan proyek tak lama setelah token generation event (TGE), dan apa nan terjadi setelahnya.
1. Jason Zhao dan Story Protocol (IP)
Jason Zhao membangun Story Protocol selama 3,5 tahun, hingga akhirnya meluncurkan token IP pada Februari 2025. Proyek ini mengantongi pendanaan besar, antara US$ 134 juta hingga US$ 216 juta dari penanammodal top.
Namun, hanya enam bulan setelah peluncuran, Zhao mundur dari bangku CEO pada Agustus 2025. Ia sekarang beranjak ke startup AI baru nan sudah didukung a16z. Sementara itu token IP berada di level US$ 5,8.

2. Chef Nomi dan Drama SushiSwap (SUSHI)
SushiSwap lahir pada Agustus 2020 sebagai ‘copycat’ dari Uniswap, dengan TVL sigap tembus US$ 1 miliar. Namun hanya sembilan hari setelah peluncuran, sang pendiri berjulukan Chef Nomi, menjual biaya developer senilai US$ 14 juta dan langsung hengkang.
Harga SUSHI pun ambruk 73 persen seketika. Meski Chef Nomi akhirnya mengembalikan dana, reputasi SushiSwap sudah terlanjur rusak.

3. Sam Bankman-Fried dan Kejatuhan FTX (FTT)
Sam Bankman-Fried (SBF) pernah menjadi bintang kripto. FTX sukses meraih pendanaan US$ 900 juta dalam putaran Series B dan menjadi bursa mata uang digital terbesar kedua di dunia.
Namun pada November 2022, 42 bulan setelah diluncurkan, semuanya runtuh. Token FTT ambruk dari US$ 22 ke bawah US$ 1 (-98 persen), SBF ditangkap dan FTX resmi bangkrut.

4. Wonderland (TIME) dan Skandal Quadriga
Didukung treasury senilai US$ 1 miliar, proyek DeFi Wonderland diluncurkan pada Desember 2021. Namun, hanya sebulan kemudian, terungkap bahwa manajer treasury adalah mantan penipu Quadriga. Harga token TIME pun runtuh hingga 95 persen dari puncaknya.
Baca Juga: Dua Altcoin Ini Bisa Menjadi Raja Baru Bull Run 2025

5. Iron Finance (TITAN) dan DeFi Bank Run Pertama
Iron Finance menjadi legenda pahit di musim panas DeFi 2021. Token TITAN sempat melesat ke US$ 64, tetapi ambruk ke nol dalam satu hari.
Kasus ini disebut-sebut sebagai DeFi bank run terbesar pertama. Bahkan miliarder sekelas Mark Cuban pun ikut menjadi korban.

6. Do Kwon dan Tragedi Terra (LUNA)
Dengan visi menciptakan stablecoin terdesentralisasi, Do Kwon meluncurkan Terra dan sukses membangun ekosistem senilai US$ 60 miliar.
Akan tetapi pada Mei 2022, semuanya hancur hanya dalam 72 jam. Token LUNA nan sebelumnya US$ 86 jatuh mendekati nol, sementara Terraform Labs dibubarkan tepat sebelum kehancuran.

7. Pixelmon dan ‘Worst NFT Reveal’
Pixelmon mengumpulkan US$ 70 juta lewat mint NFT pada Februari 2022. Namun ketika artwork dirilis, organisasi kecewa berat dengan kualitasnya. Hanya sebulan setelahnya, pendirinya Martin van Blerk mengaku tidak bisa melanjutkan proyek dan mundur. Floor price Pixelmoon pun tak pernah pulih sejak saat itu.

8. Do Kwon (Lagi) dan penelitian kandas Basis Cash (BAC)
Sebelum Terra, Do Kwon juga meluncurkan Basis Cash pada Desember 2020 dengan nama samaran. TVL proyek ini sempat mencapai US$ 174 juta, namun kolaps hanya dalam tiga bulan.
Token BAC jatuh dari US$ 1 ke bawah nomor tersebut. Basis Cash sekarang dianggap prototipe kandas nan kemudian menginspirasi lahirnya UST.

9. AnubisDAO dan Rug Pull US$ 60 Juta
AnubisDAO, proyek bertema anjing nan sukses menghimpun US$ 60 juta dalam presale pada Oktober 2021. Namun hanya dalam 20 jam kemudian, semua biaya lenyap dibawa kabur via Tornado Cash. Token ANKH pun runtuh, dan meninggalkan penanammodal dengan kerugian total.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.