– Perusahaan aset digital milik Mike Novogratz, Galaxy Digital, membukukan kerugian sebesar US$ 216 juta pada kuartal pertama 2026 di tengah pelemahan pasar mata uang digital secara global.
Meski tetap mencatat rugi, hasil tersebut sebenarnya lebih baik dari ekspektasi analis Wall Street.

Galaxy Digital melaporkan kerugian sebesar US$ 0,49 per saham terdilusi pada Q1 2026.
Angka ini lebih baik dibandingkan kerugian US$ 0,86 per saham pada periode nan sama tahun lalu.
Namun, pelemahan nilai aset digital tetap menjadi aspek utama nan menekan keahlian perusahaan.
Galaxy menyebut kapitalisasi pasar mata uang digital turun sekitar 20 persen selama kuartal pertama 2026, nan berakibat langsung pada valuasi aset dan posisi investasinya.
Segmen treasury dan korporasi menjadi penyumbang kerugian terbesar dengan adjusted EBITDA negatif sebesar US$ 167 juta akibat volatilitas market.
Meski rugi, Galaxy tetap mencatat gross revenue sebesar US$ 10,2 miliar selama kuartal pertama 2026.
Angka tersebut relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya, meskipun lebih rendah dibanding periode nan sama tahun lampau nan mencapai US$ 12,9 miliar.
Sementara itu, bagian Digital Assets menghasilkan adjusted gross keuntungan sebesar US$ 49 juta.
Baca Juga: Ethereum Gagal Bertahan, Apakah Target US$ 4.000 Masih Realistis?
Perusahaan mengatakan upaya mereke sekarang mulai lebih tahan terhadap kondisi market lantaran pendapatan berbasis fee dan transaksi terus meningkat.
Salah satu sorotan terbesar dari laporan ini adalah perubahan arah upaya Galaxy Digital.
Perusahaan sekarang mulai mengurangi ketergantungan terhadap siklus mata uang digital dan memperbesar konsentrasi pada upaya info center serta AI infrastructure.
Galaxy menyebut proyek Helios Campus di Texas bakal mulai berkontribusi terhadap pendapatan mulai kuartal kedua 2026.
Fasilitas tersebut sedang dikembangkan menjadi pusat info berskala besar untuk kebutuhan high-performance computing dan AI workloads.
Perwakilan Galaxy mengatakan bahwa mereka telah menyerahkan info hall pertama kepada perusahaan AI Cloud computing CoreWeave.
Perusahaan juga memastikan proyek tetap melangkah sesuai anggaran dan target.
Sebagian besar kapabilitas fase pertama sebesar 133 megawatt diperkirakan selesai pada akhir Q2 2026.
Per 31 Maret 2026, Galaxy Digital mempunyai total equity capital sebesar US$ 2,8 miliar, naik 46 persen dibanding tahun sebelumnya.
Distribusi aset perusahaan terdiri dari 33 persen aset digital, 28 persen upaya info center dan 39 persen treasury serta aset korporasi.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·