– Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian derivatif. Data terbaru menunjukkan bahwa para trader ETH diam-diam mulai meningkatkan eksposur leverage, menandai perubahan sikap nan tidak selaras dengan Bitcoin maupun Solana. Pergeseran ini mulai muncul ketika ETH mendekati area teknikal krusial dan volatilitas mulai menguat.
Data dari CryptoQuant mengungkap peningkatan tajam pada futures-to-spot ratio Ethereum di Binance, naik dari 5 menjadi 6,84, level tertinggi sepanjang kuartal keempat. Melansir dari cointelegraph.com, lonjakan ini menandakan rotasi garang menuju perjanjian leverage daripada pembelian spot.

Dibandingkan Bitcoin nan memperkuat di rasio 4 dan Solana di 4,3 ETH sekarang memimpin sebagai aset besar nan paling “ditunggangi” leverage. Divergensi ini memperkuat dugaan bahwa pasar mengantisipasi katalis unik Ethereum, bukan sekedar mengikuti pergerakan makro.
Di sisi lain, open interest Bitcoin terus merosot selama dua minggu terakhir, sedangkan OI Ethereum tetap relatif stabil, hanya turun rata-rata 0,47 persen per hari ini. Hal ini menunjukkan aliran risk capital mulai keluar dari tren BTC dan beranjak ke kesempatan volatilitas ETH nan lebih tinggi.
Baca Juga: Inflasi, Fed, dan MSCI Disinyalir Bisa Ubah Arah Bitcoin

Trader Terbelah Jadi Dua Kubu
Dengan ETH kembali menembus US$ 3.000 pekan ini, perdebatan pun mengemuka. Trader Scient memandang struktur ETH lebih kuat daripada Bitcoin, terutama dengan injakan solid di area US$ 2.800 pada timeframe empat jam.
Menurutnya, retest ke area ini berpotensi menarik minat beli baru, membuka kesempatan pergerakan awal menuju US$ 3.050 dan apalagi likuiditas besar di nomor US$ 3.390, level nan sejalan dengan area support/resisten jangka panjang dan fair value gap.
Namun pandangan berbeda datang dari analis Lab Trading, Ken, nan menilai tren jangka pendek ETH tetap bearish. Selama November, ETH acapkali kandas menembus 100-EMA 4H, dan menurutnya area US$ 3.000 belum layak disebut support. Tanpa konfirmasi di atas level tersebut, dia memperingatkan resiko penurunan lanjutan tetap terbuka.
Sementara itu, analis Kingpin Crypto justru memandang momentum bullish nan sedang terbentuk. Menurutnya, “Thanksgiving lull” fase pasar nan lebih tenang bisa menjadi titik injak bagi reli Desember.
ETH disebut sedang memantul dari retracement 0.618 dari reli 2025 dan bertumpu pada beberapa support timeframe besar. Dengan kekuasaan Bitcoin nan mulai melemah, dia memperkirakan potensi “Ethereum Santa Rally” menuju area US$ 3.300-an.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·