ETF Bitcoin Spot Catat Outflow US$ 1,17 Miliar, Expert Lihat Peluang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

– Pasar Bitcoin (BTC) kembali diterpa arus keluar biaya dari produk investasi besar. Data dari Farside dan CoinMarketCap menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot berbasis Amerika telah mengalami outflow sekitar US$ 1,17 miliar dalam lima hari perdagangan terakhir.

Melansir dari cointelegraph.com, ini merupakan tren terpanjang dalam lebih dari empat bulan. Kali terakhir terjadi aliran keluar selama tujuh hari beruntun adalah April lalu, saat BTC berada di kisaran nomor US$ 79.625.

Meski begitu, Anthony Pompliano nan merupakan pengusaha mata uang digital sekaligus penanammodal terkenal, memandang kesempatan dari tekanan ini. Dalam pernyataan terbarunya pada Kamis (21/8/2025), dia menilai bahwa Bitcoin sudah berada di area oversold.

“Sekarang di level US$ 112.000 – US$ 113.000, Bitcoin terlihat cukup oversold,” ungkap Pompliano.

Menurutnya, memasuki bulan September dan Oktober merupakan periode aktif setelah musim liburan, pasar bisa berbalik ke fase beli.

“Orang-orang tidak banyak di depan layar pada bulan Agustus. Tapi begitu masuk September, mereka mulai kembali aktif, mulai membeli dan lebih agresif,” ujarnya.

Baca Juga: Analisis Potensi 5 Kripto Kapitalisasi Besar dan Tenar Pekan Ini: ETH, SOL, XRP, DOGE, SHIB

Sejak 2013, info historis CoinGlass mencatat Q3 condong menjadi kuartal terlemah bagi Bitcoin, dengan rata-rata untung hanya 6,02 persen. Sebaliknya, Q4 justru menjadi periode terkuat dengan catatan rata-rata kenaikan 85,42 persen. Pompliano menilai ekspektasi ini sendiri bisa menciptakan momentum baru.

“Kalau orang percaya Q4 bagus untuk Bitcoin, maka mereka bakal bertindak sesuai kepercayaan itu,” kata Pompliano.

Kendati demikian, Pompliano tetap realistis soal sasaran nilai super tinggi. Meski dia optimis tren bullish bakal berlanjut, dia menepis kemungkinan BTC tembus US$ 1 juta di siklus ini.

“Bitcoin pasti bakal mencapai US$ 1 juta di masa depan, tapi menurut saya, siklus ini nyaris mustahil,” paparnya.

Pandangan ini muncul sehari setelah CEO dari perusahaan mata uang digital raksasa Coinbase, Brian Armstrong menyebut bahwa Bitcoin berpotensi mencapai US$ 1 juta pada tahun 2030.

Sementara itu, faktor-faktor seperti ekspektasi pemotongan suku kembang The Fed pada 17 September serta dorongan dari perusahaan treasury nan terus menambah persediaan Bitcoin diyakini bisa memperkuat permintaan dalam waktu dekat.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian