Ekonom Veteran Peringatkan Koreksi Bitcoin dalam Beberapa Tahun ke Depan

Sedang Trending 6 hari yang lalu

– Tekanan inflasi terus mengalami peningkatan, melemahnya dolar Amerika, dan pasar Amerika nan sekarang berada di titik nan menurut sebagian analis bisa menjadi reset terbesar dalam sejarah modern.

Melansir dari finbold.com, ahli ekonomi veteran sekaligus penulis kitab siklus pasar, ialah Harry Dent melontarkan salah satu peringatan kerasnya. Ia menilai terdapat tiga aset nan paling krusial saat ini, ialah Bitcoin (BTC), Nasdaq 100 dan Nvidia, nan semuanya tengah menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Dent mengatakan, percepatan nilai di sektor teknologi, mata uang digital dan AI telah mencapai fase dalam siklus industri dimana koreksi besar nyaris tak terelakkan.

“Saya punya tiga diagram di meja saya, ialah Nasdaq 100, Bitcoin, dan Nvidia. Ketiganya sedang berakselerasi, tapi di dalam channel menurun. Itu artinya kita sudah sangat dekat dengan puncak dan sejarah menunjukkan, begitu puncak itu pecah, dampaknya bisa brutal,” ungkap Dent.

Ia menyoroti Nvidia, nan sejak 2024 menjadi motor utama reli AI dengan lonjakan nilai spektakuler. Menurut Dent, kenaikan tersebut tidak bisa memperkuat lama.

“Nvidia mungkin tetap punya ruang 1-2 persen lagi. Tapi setelah itu, siklus nan sama berlaku. Kita sudah lihat stimulasi, teknologi baru muncul dengan kuat, dan sekarang siklusnya mengarah ke koreksi,” ujarnya.

Dent juga memperingatkan bahwa mata uang digital tidak bakal lolos dari gejolak berikutnya. Meski Bitcoin tetap memperkuat di atas US$ 115.000 pada pertengahan Agustus dan Ethereum di kisaran US$ 4.300, dia menegaskan keduanya tetap rentan terhadap arus keluar modal jika aset berisiko jatuh.

Menurutnya, mata uang digital adalah revolusi, mendesentralisasi dan mengotomatisasi keuangan. Tapi, dia juga berkilah bahwa ini tetap tahap awal, nan artinya volatilitas tetap tinggi.

“Bitcoin bisa mengubah dunia, tapi dia tidak bakal lolos dari crash berikutnya,” kata Dent.

Dalam perihal ini, dia juga menjelaskan bahwa crash besar ini juga bakal menjadi fase krusial untuk membersihkan ‘kelebihan spekulasi’ sebelum masuk ke tahap pertumbuhan nyata di masa depan.

Senada dengan Dent, penulis kitab finansial terkenal ‘Rich Dad Poor Dad’ berjulukan Robert Kiyosaki menjelaskan bahwa penanammodal kudu tetap bersiaga untuk menghadapi apa nan dia sebut sebagai crash terbesar dalam sejarah.

Kiyosaki kembali menyerukan agar penanammodal mengurangi eksposur ke ‘uang palsu’ seperti dolar Amerika, dan mengalihkan portofolio ke aset sekelas emas dan perak.

“Kedua logam mulia itu sendiri sudah reli kuat sepanjang tahun ini. Emas naik 28 persen year-to-date, sementara perak melonjak 29 persen, mendekati US$ $40 per ons,” pungkas Kiyosaki.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian