CZ: Dunia Kripto Harus Siap Era Quantum

Sedang Trending 15 jam yang lalu

– Kekhawatiran soal ancaman komputasi kuantum terhadap mata uang digital kembali mencuat, setelah Google merilis riset nan menyebut teknologi tersebut mungkin memerlukan daya komputasi lebih mini dari perkiraan sebelumnya untuk membobol sistem kriptografi Bitcoin dan Ethereum.

Namun, mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) menilai tidak ada argumen untuk panik.

Menurutnya, secara prinsip solusi terhadap ancaman ini sudah jelas, ialah mata uang digital hanya perlu beranjak ke algoritma nan tahan terhadap serangan kuantum.

“Pada level dasar, semua mata uang digital hanya perlu upgrade ke algoritma nan quantum-resistant. Jadi, tidak perlu panik,” ungkap CZ.

Tantangan di Dunia Desentralisasi

Meski solusi teknisnya terlihat sederhana, penerapan tidak bakal mudah.

CZ menekankan bahwa dalam ekosistem terdesentralisasi, setiap perubahan bakal memicu perdebatan panjang. Pemilihan algoritma baru, proses upgrade, hingga potensi perpecahan jaringan (fork) nyaris tidak bisa dihindari.

Bahkan, dia menyebut sebagian proyek kemungkinan tidak bakal melakukan upgrade sama sekali.

“Ini bisa jadi filter alami bagi industri aset digital,” ujarnya.

Risiko Tersembunyi: Koin Lama

Salah satu poin paling menarik dari obrolan ini adalah soal koin lama, termasuk sekitar 1 juta BTC nan diyakini milik Satoshi Nakamoto.

CZ menilai koin-koin tersebut bisa menjadi masalah jika tidak dipindahkan ke sistem nan lebih aman.

Jika suatu saat teknologi kuantum cukup kuat untuk membobol kriptografi lama, aset nan menggunakan skema lama seperti P2PK bakal menjadi sasaran paling rentan.

Berbeda dengan alamat modern, P2PK menyimpan public key secara langsung di blockchain. Artinya, tidak ada lapisan hash tambahan untuk melindunginya.

Baca Juga: Anggaran Perang AS Picu Tekanan di Pasar Kripto

Dalam skenario terburuk, koin-koin lama ini bisa diakses oleh pihak pertama nan sukses memecahkan kuncinya.

CZ apalagi mengusulkan opsi ekstrem, ialah jika koin tersebut tidak pernah bergerak dalam waktu lama, mungkin lebih baik ‘dikunci’ alias dianggap lenyap agar tidak jatuh ke tangan penyerang.

Seberapa Nyata Ancaman Ini?

Tidak semua pihak sepakat bahwa ancaman ini sudah dekat.

Beberapa analis menilai keahlian komputer kuantum saat ini tetap jauh dari cukup untuk memecahkan enkripsi elliptic curve nan digunakan Bitcoin. Jaraknya apalagi disebut tetap ribuan kali lipat dari kebutuhan minimum.

Namun di sisi lain, ada juga bunyi nan lebih skeptis.

Sebagian pelaku industri menilai organisasi Bitcoin belum mempunyai roadmap nan jelas untuk transisi ke sistem nan tahan terhadap quantum. Belum ada standar resmi, proposal final, alias kesepakatan luas di antara developer.

Masalah Utama

Satu perihal nan disepakati banyak pihak adalah bahwa solusi tidak bisa sepenuhnya otomatis.

Untuk mengamankan aset sistem baru, setiap pemilik Bitcoin kudu secara aktif memindahkan koin mereka menggunakan kunci lama ke alamat nan lebih aman.

Artinya, jika pemilik kehilangan akses alias tidak pernah melakukan upgrade, aset tersebut bakal tetap berada dalam kondisi rentan.

Ini menjadi tantangan besar, terutama untuk koin-koin lama nan sudah tidak aktif selama bertahun-tahun.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian