– Para pendukung terbesar Bitcoin tidak pernah ragu dengan prediksi berani, namun Brian Armstrong baru saja meningkatkan levelnya lagi. CEO Coinbase itu percaya bahwa mata duit mata uang digital terbesar di bumi ini bisa menembus nomor US$ 1 juta pada tahun 2030. Prediksi ini bukan hanya spekulasi, melainkan didasari oleh perubahan nyata dalam langkah pemerintah dan lembaga mulai memandang aset digital.
Amerika Serikat selama ini dianggap sebagai halangan utama bagi kepastian regulasi. Armstrong menyoroti GENIUS Act, patokan untuk stablecoin nan diberlakukan awal musim panas ini, sebagai sinyal pertama bahwa kerangka norma mulai menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. Ia memperkirakan patokan pasar nan lebih luas bakal datang sebelum akhir tahun, nan menurutnya bisa membuka jalan bagi masuknya alokasi institusional lebih besar ke Bitcoin.
Beberapa tokoh lain di industri juga berbagi pandangan optimis. Co-founder Binance, Changpeng Zhao sempat menyebut bahwa level US$ 1 juta bisa tercapai dalam siklus saat ini. Mike Novogratz dari Galaxy menautkannya dengan pelemahan daya beli dolar dan potensi Bitcoin melampaui kapitalisasi emas. Bagi Armstrong, perihal ini bukan soal siklus, tetapi soal keniscayaan, begitu izin jelas, mengambil bakal meningkat jauh lebih cepat.
Namun, sementara proyeksi Bitcoin terbentang hingga dasawarsa mendatang, ada proyek lain nan mengambil jalur berbeda.
Minotaurus (MTAUR): Pendekatan Berbasis Waktu
Jika Bitcoin dipandang sebagai perjalanan panjang menuju nomor jutaan dolar, Minotaurus (MTAUR) menawarkan konsep berbeda, ialah pertumbuhan berbasis fase nan terukur.
Penjualannya dibagi ke dalam tahapan dengan pemisah waktu tertentu, di mana nilai bakal berubah otomatis ketika hitungan mundur berakhir. Pendekatan ini membikin perkembangan MTAUR lebih terstruktur dan dapat diprediksi sebelumnya. Benchmark listing sudah ditetapkan di 0,00020000 USDT.
Dengan langkah ini, waktu menjadi aspek utama. Jika satu fase selesai, nilai di tahap berikutnya otomatis berlaku. Hal ini menciptakan jalur perkembangan nan lebih terukur dan transparan, di mana siapa pun bisa mengikuti prosesnya secara real-time.

Bitcoin vs MTAUR: Dua Horizon Berbeda
Bagi para pengamat, komparasi ini menarik. Bitcoin dilihat sebagai aset jangka panjang nan berpotensi mencapai US$ 1 juta dalam dasawarsa mendatang, sementara MTAUR menghadirkan sistem pertumbuhan nan terikat pada hitungan waktu.
Keduanya mencerminkan dua pendekatan nan berbeda dalam bumi aset digital. Bitcoin mengandalkan mengambil dunia dan support regulasi, sedangkan MTAUR menekankan transparansi berbasis agenda nan sudah ditentukan sejak awal.
Pilihan akhirnya kembali pada masing-masing investor, apakah lebih nyaman dengan horizon panjang seperti Bitcoin alias tertarik pada pendekatan berbasis waktu seperti nan ditawarkan MTAUR.
Note: Bukan Nasihat Finansial
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.