– Saham Bitfarm justru naik meski perusahaan mencatat kerugian besar sepanjang 2025. Dalam laporan terbarunya, perusahaan mengumumkan rugi bersih sebesar US$ 284,5 juta, dipicu oleh turunnya nilai Bitcoin dan meningkatnya biaya operasional.
Namun pasar tampaknya memandang sesuatu nan berbeda.

Di kembali nomor kerugian tersebut, Bitfarm sedang melakukan perubahan besar dalam model bisnisnya. Perusahaan mulai mengalihkan konsentrasi dari penambangan Bitcoin ke sektor nan dianggap lebih menjanjikan, ialah infrastruktur AI dan high-performance computing (HPC).
Kondisi industri mining memang makin semakin sulit. Harga Bitcoin nan turun tajam sejak puncaknya, ditambah dengan kenaikan tingkat kesulitan mining pasca halving, nan mana membikin margin untung semakin tipis.
Bitfarms sendiri mencatat peningkatan pendapatan hingga 72 persen menjadi US$ 229 juta. Namun nomor ini tetap kalah oleh biaya produksi nan mencapai US$ 248 juta, sehingga menghasilkan kerugian kotor.
Selain itu, perubahan nilai aset mata uang digital juga ikut menekan kinerja, dengan kerugian puluhan juta dolar dari sisi valuasi.
Pivot ke AI Jadi Harapan Baru
Melihat tekanan tersebut, Bitfarms mengambil langkah nan cukup drastis. CEO Ben Gagnon apalagi menyebut perusahaan ‘berani meninggalkan’ upaya mining untuk membangun arah baru.
Fokusnya sekarang adalah menyediakan prasarana untuk kebutuhan AI, termasuk pusat info dan jasa komputasi untuk perusahaan besar.
Baca Juga: David Schwartz Beberkan Kenapa Token Mahal Bisa Lebih Efisien
Perusahaan juga berencana melakukan rebranding menjadi Keel Infrastructure dan memindahkan pedoman hukumnya ke Amerika Serikat.
Di tengah lonjakan kebutuhan komputasi untuk AI, Bitfarms memandang kesempatan besar sebagai penyedia ‘tulang punggung’ infrastruktur, bukan sebagai pemain langsung di sisi aplikasi.
Kenapa Saham Justru Naik?
Kenaikan saham menunjukka bahwa penanammodal lebih tertarik pada masa depan daripada keahlian saat ini.
Pasar tampaknya menilai bahwa pivot AI bisa membuka kesempatan margin nan lebih tinggi dibandingkan mining Bitcoin nan makin kompetitif.
Bitfarms juga bukan satu-satunya. Beberapa perusahaan mining lain mulai mengambil langkah serupa, mencoba masuk ke sektor AI dan HPC untuk mencari sumber pendapatan baru.
Kendati demikian, peralihan ini tetap dalam tahap awal. Bitfarm tetap memegang aset Bitcoin dalam jumlah signifikan, dan proyek prasarana AI nan direncanakan tetap perlu waktu untuk betul-betul menghasilkan.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·