– Mike McGlone, analis komoditas senior di Bloomberg Intelligence, mengeluarkan peringatan tajam bahwa Bitcoin (BTC) bisa menghadapi tekanan lebih dalam beberapa bulan ke depan, dengan skenario ekstrem menyentuh level US$ 50.000 jika tren pelemahan saat ini berlanjut.
Dalam unggahannya di platform X pada November 11, McGlone mencatat bahwa Bitcoin tertinggal dibandingkan S&P 500 Total Return Index di tahun 2025, hanya naik 13 persen dibandingkan kenaikan 17 persen dari indeks saham tersebut.

“Jika BTC, dengan volatitilitas nan lebih tinggi, tidak bisa mengungguli saham apalagi saat inflow ETF kuat, itu tanda momentum bull market mulai pudar,” ungkap McGlone.
Sinyal Koreksi dari Pola Siklus Lama
Menurut info Bloomberg Intelligence, candle tahunan BTC memang tetap positif, tapi jelas kehilangan momentum menjelang akhir tahun. McGlone menyoroti bahwa pola ini menyerupai fase-fase akhir dalam siklus bullish sebelumnya, nan biasanya diikuti koreksi tajam.

“Resiko reversion ke bawah mulai menguat, dan range perdagangan 2026 bisa melebar antara US$ 50.000 hingga US$ 150.000,” ujarnya.
Baca Juga: Kembali Borong BTC, Michael Saylor: Return BTC Kami 26,1 Persen Tahun Ini
Konteks Makro
McGlone juga mengaitkan pelemahan Bitcoin dengan tanda-tanda pendinginan pada aset beresiko lainnya, seperti tembaga nan performanya sepanjang tahun ini mulai menyesuaikan kembali dengan pergerakan pasar saham setelah kekhawatiran soal tarif mereda pada Juli lalu.
Ia menilai perihal ini bisa menjadi awal dari fase deflasi ringan, nan biasanya menekan performa aset spekulatif, termasuk kripto.
Bitcoin Gagal Tembus SMA 200 Hari
Saat tulisan ini dituls, nilai Bitcoin berada di US$ 104.366, turun nyaris 2 persen dalam 24 jam terakhir. Secara mingguan, BTC hanya naik tipis 0,36 persen, menandakan pasar tetap ragu.
Secara teknikal:
- Harga BTC tersangkut di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari US$ 105.751.
- Jaraknya tetap US$ 7.900 di bawah SMA 50-hari di US$ 112.216.
- RSI 14-hari berada di 47,76, area netral, tapi terus menurun dari level jenuh beli.
Jika BTC bisa memperkuat di atas US$ 105.751, tren makro bullish tetap bisa dipertahankan. Namun jika ditutup harian di bawahnya, maka bias pasar bisa negatif, membuka jalan menuju retest US$ 100.000, alias lebih dalam.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·